Humbang Hasundutan, radarbaru.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan pengabdian di Gereja Katolik St. Maria Kerahiman Ilahi Stasi Siniang Laksa, Desa Lumban Tonga-tonga, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabtu (29/8).

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini diberikan untuk membantu jemaat gereja dan masyarakat sekitar dalam mengatasi krisis air bersih, sehingga fasilitas sanitasi dan kamar mandi gereja dapat berfungsi optimal dan higienis untuk mendukung kenyamanan beribadah.

Pada kegiatan ini, pengurus stasi dan jemaat diberikan bantuan sarana teknologi tepat guna berupa instalasi Rainwater Harvesting (Sistem Pemanenan Air Hujan) terintegrasi serta pelatihan perawatan media filtrasi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim PKM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa lintas disiplin ilmu dengan melibatkan langsung Dewan Stasi dan pemuda gereja setempat.

Kegiatan ini berawal dari survei dan observasi lapangan yang dilakukan tim saat mendatangi lokasi gereja di Desa Lumban Tonga-tonga. Melalui wawancara dan pengukuran teknis, diketahui bahwa gereja mengalami kendala geologis berupa lapisan tanah batuan keras yang menyulitkan pembuatan sumur bor. Akibatnya, fasilitas kamar mandi gereja lumpuh total dan 200 jemaat yang hadir setiap Minggu tidak dapat menggunakan fasilitas sanitasi. Jemaat terpaksa menahan buang air atau menumpang ke rumah warga sekitar.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai program PKM, Tim memberikan bantuan infrastruktur berupa 1 unit Sistem Pemanenan Air Hujan yang memanfaatkan luas atap gereja sebesar 150 meter persegi, tandon penampung berkapasitas 1.000 liter, pipa penyalur dan beberapa perbaikan kamar mandi seperti kran, kunci, dsb.

Setelah pelaksanaan kegiatan, perwakilan Dewan Stasi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian Tim PKM. Melalui sistem ini, potensi panen air hujan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sanitasi gereja per bulan. Air di kamar mandi kini mengalir lancar, jernih, tidak berbau, dan aman digunakan.

Tim PKM menyampaikan harapan agar fasilitas ini dapat dirawat dengan baik oleh jemaat demi keberlanjutan sanitasi gereja. “Di masa mendatang, kami akan senantiasa berkontribusi menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat Sumatra Utara melalui penerapan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan,” ujarnya.

“Sebagai akademisi, kami berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kendala yang dihadapi, serta menghadirkan solusi ilmu pengetahuan yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan dan kesehatan warga,” pungkasnya.