Christopher Nkunku memilih kembali ke RB Leipzig setelah menolak peluang bergabung dengan Manchester United pada bursa transfer musim panas 2026.

Penyerang asal Prancis tersebut kembali ke klub Bundesliga itu dengan status pinjaman setelah periode yang kurang memuaskan bersama Chelsea dan AC Milan.

Keputusan Nkunku menjadi salah satu faktor penting dalam terwujudnya kepindahan tersebut. RB Leipzig harus bersaing dengan klub-klub Premier League yang juga berminat mendatangkan pemain berusia 28 tahun itu.

Direktur Olahraga RB Leipzig, Marcel Schäfer, bahkan mengakui bahwa klubnya kemungkinan sulit mendapatkan Nkunku jika sang pemain tidak memiliki keinginan untuk kembali ke Jerman.

“Transfer ini tidak akan terjadi tanpa kegigihan Christo. Dua klub Premier League siap memberikan tawaran maksimal, dan kami tidak akan punya peluang jika bukan karena keputusan tersebut,” kata Schäfer.

Nkunku Pernah Dikaitkan dengan Manchester United

Manchester United sebenarnya sudah lama dikaitkan dengan Nkunku. Ketertarikan tersebut bahkan muncul sejak sang pemain meninggalkan RB Leipzig dan bergabung dengan Chelsea pada 2023.

Chelsea saat itu mendatangkan Nkunku dengan nilai transfer sekitar 52 juta poundsterling.

Namun, perjalanan Nkunku di Stamford Bridge tidak berjalan sesuai harapan. Cedera lutut menjadi salah satu kendala yang menghambat kiprahnya bersama klub London tersebut.

Meski demikian, Manchester United disebut tetap memantau situasi sang pemain. Ketertarikan itu juga tidak lepas dari keterlibatan Christopher Vivell dalam struktur manajemen yang memiliki hubungan dengan Nkunku.

Setelah kemudian pindah secara permanen ke AC Milan, Nkunku kembali menghadapi tantangan untuk mendapatkan tempat reguler.

Ia tidak menjadi bagian utama dari skema yang diterapkan Ruben Amorim sehingga masa depannya kembali menjadi pembahasan pada bursa transfer.

RB Leipzig Menangi Persaingan dengan Klub Inggris

Kondisi tersebut membuka jalan bagi Nkunku untuk kembali ke RB Leipzig.

Klub Bundesliga itu bukan satu-satunya peminat. Menurut keterangan Schäfer, terdapat dua klub Premier League yang siap memberikan tawaran maksimal untuk mendapatkan pemain tersebut.

Manchester United menjadi salah satu klub yang dikaitkan dengan Nkunku. Selain itu, Newcastle United juga disebut berada dalam persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya.

Namun, pada akhirnya Nkunku memilih kembali ke klub yang sudah sangat dikenalnya.

Pilihan tersebut sekaligus menunjukkan besarnya keinginan sang pemain untuk kembali mendapatkan peran penting setelah kesulitan menemukan konsistensi di Chelsea dan AC Milan.

Nkunku Langsung Berkontribusi di Leipzig

Kembalinya Nkunku ke RB Leipzig juga langsung memberikan kontribusi di lapangan.

Ia memulai pertandingan pertamanya setelah kembali dari bangku cadangan dan mampu mencatatkan satu assist.

Setelah itu, Nkunku mendapat kesempatan tampil sebagai starter ketika Leipzig menghadapi Werder Bremen pada akhir pekan lalu.

Sayangnya, penampilan tersebut belum berujung hasil positif. RB Leipzig harus mengakui keunggulan Werder Bremen dengan skor 1-3.

Meski hasil pertandingan mengecewakan, kembalinya Nkunku memberikan tambahan opsi bagi lini serang Leipzig.

Manchester United Pilih Perkuat Lini Tengah

Di sisi lain, Manchester United pada akhirnya tidak menjadikan lini depan sebagai prioritas utama pada bursa transfer musim panas ini.

Manajer Michael Carrick lebih memilih memperkuat sektor tengah dengan mendatangkan sejumlah pemain, termasuk Andrey Santos, Youri Tielemans, dan Carlos Baleba.

Situasi tersebut membuat peluang Nkunku bergabung dengan United semakin kecil meskipun namanya sempat menjadi bagian dari pembicaraan transfer.

United juga sempat berupaya mencari tambahan pemain untuk sektor pertahanan, termasuk bek kiri. Namun, rencana mendatangkan Rayan Ait-Nouri pada hari terakhir bursa transfer disebut mendapat penolakan dari Manchester City.

Dengan kondisi tersebut, United sementara mengandalkan pemain yang tersedia untuk mengisi kebutuhan di posisi tersebut.

Bagi Nkunku, keputusan kembali ke RB Leipzig menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kariernya setelah periode yang tidak berjalan maksimal di Chelsea dan AC Milan.

Sementara bagi Leipzig, kehadiran kembali pemain yang sebelumnya tampil menonjol bersama klub menjadi tambahan penting untuk menghadapi persaingan Bundesliga musim ini.