Jakarta, radarbaru.com – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meminta peredaran buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam dihentikan sementara.

Permintaan tersebut disampaikan setelah nama KH Said Aqil tercantum dalam buku sebagai salah satu kontributor. Pihak Said Aqil menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menulis, menyusun, maupun mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.

Sekretaris Pribadi KH Said Aqil Siroj, M. Sofwan Erce, mengatakan penghentian sementara diperlukan agar pihak terkait dapat melakukan pengecekan sekaligus memperbaiki pencantuman nama.

“Kiai Said juga berharap agar peredaran buku dimaksud dapat dihentikan sementara, sembari dilakukan pengecekan dan dipastikan adanya revisi sesuai dengan permohonan kami, yaitu menghilangkan nama Kiai Said dari buku tersebut,” kata Sofwan dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Sofwan, pencantuman nama Said Aqil tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa yang bersangkutan terlibat dalam proses penulisan buku. Pihaknya meminta nama Said Aqil segera dihapus untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Permasalahan serupa juga mencuat terkait sejumlah tokoh lain yang namanya tercantum dalam buku. Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi serta KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar juga disebut telah memberikan klarifikasi mengenai pencantuman nama mereka.

Buku Islam Ala Prabowo membahas sosok Presiden Prabowo Subianto dari perspektif nilai-nilai Islam. Buku setebal 368 halaman tersebut disusun Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Buku itu diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dan diluncurkan dalam rangkaian pembukaan Rakornas Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Pihak Said Aqil menegaskan keberatan mereka bukan berkaitan dengan isi buku, melainkan pencantuman nama sebagai kontributor yang dinilai tidak mencerminkan keterlibatan Said Aqil dalam penulisan. Mereka berharap persoalan tersebut segera diperbaiki agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.