Surabaya, radarbaru.com – Persebaya Surabaya meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSIM Yogyakarta pada pekan kedua Super League. Meski bermain menghadapi lawan yang hanya diperkuat 10 pemain, Bajol Ijo justru tidak mudah menemukan celah untuk mencetak gol.
Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu, berlangsung ketat. PSIM memilih memperkuat pertahanan setelah kehilangan satu pemain, membuat Persebaya harus bekerja keras membongkar blok pertahanan lawannya.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
“Kadang-kadang jauh lebih sulit bermain 11 lawan 10 karena tim yang kekurangan pemain akan menutup ruang dan fokus bertahan total,” kata Bernardo dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu.
Persebaya mencoba berbagai pendekatan untuk memecah pertahanan PSIM. Serangan melalui sisi lapangan, umpan silang, duel udara, hingga peluang tembakan terus dibangun, tetapi pertahanan rapat lawan membuat penyelesaian akhir tidak mudah.
Meski hanya mampu mencetak satu gol, Bernardo tetap menilai anak asuhnya layak mendapatkan kemenangan.
“Saya pikir kami menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak umpan silang, dan lebih banyak kesempatan menembak,” ucapnya.
Alex Martins Jadi Penentu
Gol yang memastikan Persebaya membawa pulang tiga poin diciptakan Alex Martins. Penyerang tersebut memanfaatkan assist Jefferson Silva untuk memecah kebuntuan.
Bagi Jefferson, kontribusi tersebut menjadi catatan positif karena merupakan assist pertamanya pada musim ini. Ia pun berharap bisa terus memberikan peran lebih besar untuk Persebaya.
“Saya berharap bisa lebih banyak membantu tim dengan assist lainnya,” tuturnya.
Namun, kondisi Alex Martins menjadi perhatian tersendiri bagi tim pelatih. Bernardo mengungkapkan penyerang tersebut belum sepenuhnya pulih dari cedera.
Kondisinya mulai menurun setelah bermain sekitar 30 hingga 35 menit. Karena itu, Bernardo tidak ingin mengambil risiko dengan terus memaksakan Alex bermain dalam kondisi yang belum optimal.
Kemenangan atas PSIM tetap menjadi modal penting bagi Persebaya pada awal musim. Jefferson menilai hasil tersebut merupakan buah kerja keras seluruh pemain.
Persebaya juga dituntut menjaga agresivitas ketika tampil di kandang. Dengan tiga poin dari laga tersebut, Bajol Ijo memiliki momentum untuk melanjutkan tren positif pada pertandingan Super League berikutnya.








