Banjarmasin, radarbaru.com – Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Banjarmasin menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi ideologi melalui agenda Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Bekerja sama dengan Anggota DPD RI utusan Kalimantan Selatan, Habib Zakaria Bahasyim, kegiatan ini digelar sebagai upaya strategis menanamkan nilai-nilai konstitusi di tengah dinamika sosial yang kian dinamis.
Agenda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pimpinan lintas sektor. Selain Habib Zakaria Bahasyim sebagai narasumber utama, kegiatan ini juga dihadiri Camat Banjarmasin Selatan Ibu Endah Widiastuti, S.Sos., M.AP., serta Kepala Kantor Sekretariat DPD RI Wilayah Kalsel Bapak Andrian Teguh, S.H., M.H. Kehadiran unsur pimpinan wilayah juga semakin lengkap dengan hadirnya Kapolsek Banjarmasin Selatan dan Danramil Banjarmasin Selatan, yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan wawasan kebangsaan di tingkat lokal.
Dalam narasi sambutannya, Ketua Umum KOHATI Cabang Banjarmasin menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan instrumen wajib bagi perempuan muda dan mahasiswa dalam mengambil peran pembangunan. Ia menyebutkan bahwa 4 Pilar bukan sekadar materi teoretis, melainkan pedoman hidup yang harus diinternalisasi untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Fokus utama kami hari ini adalah memastikan bahwa literasi politik dan kebangsaan meresap hingga ke akar rumput. 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah kompas yang menjaga kita agar tidak kehilangan arah dalam berorganisasi maupun bermasyarakat,” tegas Ketua Umum KOHATI Banjarmasin.
Senada dengan hal tersebut, Habib Zakaria Bahasyim memaparkan betapa pentingnya sinergi antara lembaga negara seperti DPD RI dengan organisasi mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan aktif pimpinan daerah seperti Camat, Kapolsek, dan Danramil dalam acara ini mencerminkan bahwa menjaga kedaulatan bangsa adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh elemen negara.
Melalui diskusi yang interaktif, sosialisasi ini berhasil membedah tantangan-tantangan kontemporer dalam kehidupan bernegara. Para peserta diajak untuk tidak hanya menghafal poin-poin konstitusi, tetapi menjadikannya sebagai basis moral dalam bertindak di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya generasi yang memiliki kedalaman intelektual sekaligus rasa nasionalisme yang kokoh.




