Radar Baru, Malang – Pemerintah Kabupaten Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting (HLM) untuk membahas kesiapan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Dr. Ir. Budiar, M.Si ini melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Malang, BPS, Bulog, Pertamina, Forkopimda, hingga Kadin Kabupaten Malang.

Neraca Pangan Surplus

Sekda Budiar memastikan kondisi ketahanan pangan daerah berada pada level aman. Data BPS Kabupaten Malang mencatat sejumlah komoditas strategis dalam posisi surplus: padi 48.881 ton, cabai rawit 16.394 ton, bawang merah 8.434 ton, telur ayam 3.467 ton, serta daging sapi 206 ton. Namun demikian, tiga komoditas tetap masuk radar pengawasan ketat lantaran ketahanan stoknya tipis, yakni daging ayam (0,08 bulan), minyak goreng (0,15 bulan), dan daging sapi (0,27 bulan).

Cabai Rawit Masih Jadi Pemicu Utama

Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang mencatat volatilitas cukup tajam dari -3,00 pada Januari 2026, berbalik naik ke 2,53 di awal Februari. Cabai rawit kembali menjadi penyumbang fluktuasi terbesar, sebagaimana pola yang berulang sejak 2025, diikuti daging ayam ras dan bawang merah. Per awal Maret, harga cabai rawit merah tercatat Rp80.000/kg, sementara beras medium Rp13.000/kg, daging ayam Rp35.000/kg, dan telur ayam Rp29.000/kg.

Bank Indonesia Malang melaporkan inflasi Februari 2026 sebesar 0,75% (month-to-month) atau 4,81% (year-on-year). Deputi Kepala BI Malang, Dedy Prasetyo, mengingatkan bahwa curah hujan tinggi pada Maret berpotensi menekan produksi hortikultura dan menambah tekanan inflasi pangan menjelang Lebaran.

Stok Bulog Cukup, Nol Kasus Penimbunan

Perum Bulog Sub Divre Malang memastikan stok beras mencukupi, dengan cadangan di Gudang Kebonagung sekitar 18 ribu ton dari total kapasitas 31 gudang sebesar 93.980 ton. Program SPHP telah terealisasi 15.983 ton atau 64% dari target. Harga beras di tingkat grosir dijaga pada kisaran Rp11.000 – Rp11.600/kg. Satgas Pangan Polres Malang turut memastikan nihil kasus penimbunan hingga awal Maret, dengan respons pengaduan kurang dari 24 jam.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah daerah telah menggelar Gerakan Pangan Murah dan Pasar Lebaran Maret 2026, yang ke depan akan diperkuat melalui optimalisasi sistem pemantauan harga SIHARKEPO di 21 pasar serta pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi bersama ID Food.

TPID Kabupaten Malang menyimpulkan situasi menjelang Idul Fitri 1447 H secara umum terkendali, namun kewaspadaan terhadap volatilitas hortikultura dan kelancaran distribusi tetap menjadi prioritas utama. (Amar Jundullah Husein)