Jakarta, radarbaru.com – Di tengah percepatan transisi energi nasional, teknologi superkonduktor mulai dipandang sebagai salah satu inovasi yang berpotensi menjadi game changer dalam mendukung pengembangan sistem ketenagalistrikan Indonesia. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penyaluran listrik sekaligus memperkuat keandalan jaringan, sejalan dengan target yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2025–2034.
Aditya Muhamad Bintang menilai pengembangan teknologi superkonduktor menjadi langkah strategis untuk mendukung modernisasi sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur kelistrikan yang masif perlu diimbangi dengan penguatan riset, inovasi, dan investasi agar mampu menghasilkan teknologi yang berdaya saing global. Ia mengatakan kehadiran Danantara sebagai instrumen investasi strategis nasional diharapkan dapat memperkuat pembiayaan proyek-proyek teknologi, energi, dan infrastruktur sehingga mampu mempercepat pengembangan inovasi yang mendukung transisi energi Indonesia.
Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, yang mengatakan, Membangun industri semikonduktor yang kompetitif secara global membutuhkan komitmen jangka panjang dalam mengembangkan talenta teknik, memperkuat R&D, dan memperdalam integrasi ke rantai pasokan global. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia, riset, dan investasi merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem teknologi nasional yang berdaya saing.
RUPTL 2025–2034 menggarisbawahi komitmen PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional melalui pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer, gardu induk berkapasitas 107.950 MVA, jaringan distribusi sepanjang 197.998 kilometer, serta gardu distribusi berkapasitas 18.407 MVA.
Selain pembangunan infrastruktur, PLN juga mengembangkan teknologi smart grid*,Battery Energy Storage System* (BESS), serta green enabling transmission guna meningkatkan fleksibilitas sistem dan mempercepat integrasi energi baru terbarukan melalui skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED).
Sejalan dengan arah pengembangan tersebut, Andika Widya Pramono menilai pemanfaatan teknologi superkonduktor dapat mempercepat modernisasi sistem kelistrikan nasional sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran energi. Menurutnya, kemampuan superkonduktor menghantarkan listrik dengan rugi daya yang sangat rendah menjadikannya salah satu teknologi yang relevan untuk mendukung pengembangan jaringan listrik Indonesia pada masa mendatang. * (Febrie)



