Nama Indri Wahyuni tengah menjadi sorotan publik usai viralnya polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.
Pejabat Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia itu ramai dikritik netizen setelah video perdebatan antara peserta dan dewan juri tersebar luas di media sosial.
Indri menjadi perhatian karena pernyataannya saat membela keputusan juri yang dianggap merugikan salah satu peserta lomba.
Jabatan Indri Wahyuni di MPR RI
Berdasarkan data resmi laman MPR RI per 11 Mei 2026, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
Posisi tersebut membuat Indri cukup dekat dengan berbagai program sosialisasi kebangsaan dan pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat dan pelajar di berbagai daerah.
Namun kini namanya justru ramai diperbincangkan karena kontroversi dalam ajang lomba cerdas cermat tingkat provinsi tersebut.
Kronologi Polemik LCC Empat Pilar Kalbar
Insiden bermula saat final LCC Empat Pilar MPR RI digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai Pasal 23F UUD 1945.
Meski jawaban peserta dinilai sesuai substansi, dewan juri justru memberikan nilai minus lima karena mengaku tidak mendengar penyebutan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Situasi menjadi kontroversial ketika pertanyaan yang sama dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas dan memperoleh nilai penuh 10 dengan jawaban yang dianggap serupa.
Keputusan itu langsung memicu protes peserta dan menjadi viral di media sosial.
Pernyataan Indri Wahyuni Jadi Sorotan
Dalam video yang beredar, Indri Wahyuni menegaskan bahwa artikulasi peserta merupakan bagian penting dalam penilaian.
Ia menyebut dewan juri berhak mengurangi poin apabila jawaban peserta tidak terdengar jelas.
Pernyataan tersebut justru memicu kritik publik karena dianggap menyalahkan peserta atas persoalan teknis pendengaran juri maupun tata suara.
Banyak netizen menilai jawaban Regu C sebenarnya sudah benar dan layak mendapat poin yang sama.
Fiersa Besari dan Habib Jafar Ikut Berkomentar
Kontroversi ini juga menarik perhatian sejumlah tokoh publik.
Fiersa Besari menyindir polemik tersebut melalui media sosial Threads.
“Nyalahin artikulasi. Itu Cerdas Cermat atau Indonesian Idol?” tulis Fiersa.
Sementara itu, Habib Jafar juga memberikan komentar satir terkait penilaian juri.
Ia menilai dalam lomba tersebut justru ada juri yang dianggap “tidak cerdas dan tidak cermat” dalam menangkap jawaban peserta.
Komentar keduanya ramai mendapat dukungan dari warganet.
Polemik ini membuat banyak pihak mempertanyakan transparansi dan profesionalitas penilaian dalam kompetisi yang membawa nama lembaga negara.
Alasan “artikulasi” dinilai tidak cukup kuat untuk menggugurkan jawaban yang substansinya benar.
Sebagian netizen juga menyoroti kemungkinan adanya masalah teknis seperti kualitas audio atau tata suara di lokasi lomba.
Publik pun meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjurian dan pelaksanaan lomba cerdas cermat tersebut.
Fakta-Fakta Kontroversi Indri Wahyuni
Berikut beberapa fakta terkait polemik yang viral:
- Jabatan Indri Wahyuni sebagai Kabag Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI
- Kontroversi terjadi dalam Final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat 2026
- Pernyataan soal “artikulasi peserta” menuai kritik luas
- Netizen meminta klarifikasi resmi dan evaluasi sistem penilaian
- SMAN 1 Pontianak dianggap dirugikan akibat keputusan juri
Sebelumnya, MPR RI telah menyampaikan permintaan maaf atas polemik tersebut.
MPR juga mengumumkan penonaktifan dewan juri dan MC serta berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar.
Langkah itu diambil setelah gelombang kritik publik terus bermunculan di berbagai platform media sosial seperti TikTok, X, dan Instagram.




