Bekasi, radarbaru.com – Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut adaptasi teknologi yang cepat di semua lini pendidikan, termasuk pada tingkat sekolah dasar. Menanggapi tantangan tersebut, tim dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) pada Guru SDN Cibuntu 01” di Kabupaten Bekasi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dea Andini Andriati, S.Kom., M.M.S.I., dengan anggota tim Tri Nur Arifin, S.T., M.M.S.I., dan Uus Rusmawan, S.Pd., M.Kom. Tim ini mengidentifikasi adanya kesenjangan literasi digital yang signifikan di lapangan, di mana sekitar 80% guru di lokasi tersebut masih merasa asing dengan konsep koding dan AI.

Menghapus Stigma Rumit melalui “Demistifikasi”

Fokus utama program ini adalah menghapus persepsi bahwa koding dan AI adalah teknologi futuristik yang hanya bisa dijangkau oleh ahli IT. Melalui sesi “Demistifikasi”, para guru diajak memahami bahwa logika koding sebenarnya ada dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin guru tidak lagi memandang koding sebagai aktivitas menulis program yang rumit, melainkan sebagai cara berpikir sistematis melalui algoritma dan pengenalan pola,” ujar tim pengabdi dalam laporannya.

Inovasi Metode Unplugged Coding

Keterbatasan fasilitas laboratorium komputer seringkali menjadi hambatan utama dalam pengenalan teknologi di sekolah dasar. Sebagai solusinya, tim UNDIRA memperkenalkan metode “Unplugged Activities”, yakni mengajarkan prinsip koding tanpa menggunakan perangkat komputer sama sekali.

Dalam sesi lokakarya ini, 30 orang guru SDN Cibuntu 01 berpartisipasi aktif dalam permainan fisik dan simulasi kelompok. Salah satunya adalah aktivitas “Robot Manusia”, di mana peserta harus memberikan urutan instruksi yang logis (algoritma) untuk mencapai tujuan tertentu. Metode ini terbukti efektif dalam mengasah kemampuan computational thinking guru dan siswa secara menyenangkan dan interaktif.

Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Guru

Selain logika pemrograman, para tenaga pendidik juga dibekali keterampilan praktis dalam menggunakan alat bantu Kecerdasan Artifisial (AI) sederhana yang aman untuk konteks pendidikan. Guru diajak mengeksplorasi penggunaan chatbot dan generator gambar untuk membantu menyusun materi ajar, mencari referensi visual, hingga mengelola administrasi kelas dengan lebih efisien.

Dampak dan Harapan Jangka Panjang

Melalui rangkaian pelatihan ini, para guru kini memiliki strategi konkret untuk mengintegrasikan elemen informatika ke dalam mata pelajaran yang relevan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Dampaknya tidak hanya terasa pada peningkatan kompetensi profesional guru, tetapi juga pada kesiapan siswa SDN Cibuntu 01 dalam menghadapi tantangan era digital.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa UNDIRA ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui forum diskusi daring dan pembentukan komunitas belajar internal di sekolah. Dengan langkah ini, SDN Cibuntu 01 diharapkan mampu menjadi salah satu pionir sekolah dasar yang adaptif dan inovatif di wilayah Kabupaten Bekasi.