Radar Baru, Jakarta – Sebanyak 40 influencer internasional mengikuti sesi pelatihan intensif pencak silat sebagai bagian dari rangkaian promosi global film Mortal Kombat II. Kegiatan ini digelar di The St. Regis Jakarta pada Senin (4/5).
Program tersebut menjadi inisiatif strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung internasional, sekaligus menghadirkan unsur autentik dalam koreografi aksi film laga global. Bekerja sama dengan Main Silat Jakarta, para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik dasar hingga pemahaman filosofi yang melekat dalam setiap gerakan pencak silat.
Pelatihan dipandu oleh pelatih utama Heru Setiawan dan Dede Setiadi. Keduanya menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknik fisik dan pemahaman nilai budaya dalam proses pembelajaran.
Heru Setiawan menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas eksposur pencak silat di tingkat global. “Kami tidak hanya mengajarkan teknik gerak, tetapi juga nilai yang terkandung di dalamnya. Ini merupakan kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia melalui pendekatan yang relevan dengan industri modern,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pemeran utama Mortal Kombat II, di antaranya Joe Taslim, Ludi Lin, Max Huang, serta Tadanobu Asano, yang menyaksikan langsung antusiasme peserta.
Joe Taslim menilai keterlibatan pencak silat dalam industri film global membuka peluang luas bagi talenta Indonesia. “Semakin dikenal secara internasional, semakin besar peluang bagi aktor dan performer Indonesia untuk terlibat dalam produksi global. Ini potensi besar bagi masa depan industri kreatif nasional,” katanya.
Ia menambahkan, karakter khas dalam pencak silat menjadi keunggulan tersendiri di dunia perfilman. “Pencak silat memiliki identitas kuat, tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga karakter. Hal ini membuatnya relevan untuk dikembangkan dalam produksi film berskala internasional,” ujarnya.
Selain sebagai bagian dari promosi film, kegiatan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat budaya dengan daya tarik global. Kolaborasi antara industri hiburan internasional dan komunitas lokal diharapkan dapat membuka jalan bagi pencak silat untuk semakin dikenal dan diapresiasi di kancah dunia.




