Orang tua yang sedang mencari sekolah dengan kurikulum internasional, kemungkinan besar sudah familiar dengan kurikulum IB dan Cambridge. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang mungkin membuat orang tua merasa ragu dalam memilih kurikulum internasional terbaik untuk anaknya.
Jika Anda sedang menjajaki alternatif yang lain, keberadaan kurikulum asal Jerman yakni DIA, atau Deutsches Internationales Abitur bisa menjadi pilihan yang layak untuk ditelusuri lebih lanjut.
Meski namanya belum sepopuler Cambridge atau IB, DIA menawarkan pendekatan belajar yang berbeda. Fokusnya bukan sekadar mengejar nilai tinggi, tetapi membangun kemampuan berpikir kritis, memahami konsep secara mendalam, serta membentuk kemandirian siswa sejak dini. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai DIA.
Mengenal DIA, sistem pendidikan yang mengikuti standar Jerman
DIA merupakan jalur pendidikan yang diterapkan di German Schools Abroad atau sekolah Jerman di luar negeri.
Kurikulum ini mengikuti standar akademik yang ditetapkan pemerintah Jerman sehingga kualitas pembelajaran tetap selaras dengan sekolah-sekolah di negara asalnya.
Belajar memahami, bukan sekadar menghafal
Salah satu hal yang paling membedakan DIA dengan banyak sistem pendidikan lainnya adalah pendekatan belajar yang digunakan.
Di dalam kelas, siswa tidak hanya diminta mengingat teori untuk menjawab soal ujian. Mereka juga diajak memahami bagaimana suatu konsep bekerja, mengapa sebuah jawaban dianggap benar, dan bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan persoalan.
Karena itu, diskusi, proyek, eksperimen, hingga presentasi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Melalui cara belajar tersebut, siswa dilatih untuk terbiasa berpikir logis, menyampaikan pendapat dengan alasan yang kuat, serta mencari solusi secara mandiri.
Guru menjadi pendamping proses belajar
Dalam sistem pendidikan Jerman, guru tidak hanya berperan sebagai pemberi materi.
Guru lebih banyak membimbing siswa agar mampu menemukan jawaban melalui proses berpikir dan eksplorasi. Siswa didorong untuk aktif bertanya, melakukan riset sederhana, hingga mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai topik yang dipelajari.
Pendekatan ini bertujuan membangun kemampuan belajar sepanjang hayat, bukan hanya mengejar hasil ujian.
Membiasakan siswa menggunakan lebih dari satu bahasa
Karena berasal dari sistem pendidikan Jerman, bahasa Jerman menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
Namun, banyak sekolah yang menggunakan DIA juga mengintegrasikan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan akademik sehari-hari. Dengan demikian, siswa terbiasa belajar dan berkomunikasi menggunakan lebih dari satu bahasa sejak usia sekolah.
Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah di era ketika mobilitas pendidikan dan karier semakin bersifat global.
Menjadi salah satu jalur menuju pendidikan tinggi di Jerman
Jerman dikenal memiliki banyak universitas dengan reputasi internasional, terutama di bidang teknik, sains, hingga teknologi.
Melalui jalur Abitur internasional, lulusan DIA memiliki bekal akademik yang sesuai dengan sistem pendidikan tinggi di Jerman. Meski demikian, setiap universitas tetap memiliki persyaratan penerimaan masing-masing, termasuk kemampuan bahasa maupun ketentuan administrasi lainnya.
Mengapa belum banyak dikenal?
Berbeda dengan Cambridge atau IB yang digunakan oleh banyak sekolah internasional di Indonesia, jumlah sekolah yang menerapkan DIA memang relatif lebih sedikit.
Akibatnya, informasi mengenai sistem pendidikan ini belum banyak diketahui masyarakat. Padahal, kurikulum tersebut telah digunakan selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari jaringan sekolah Jerman di berbagai negara.
Bagi orang tua yang ingin mencari pendekatan belajar berbeda, DIA dapat menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan karena menitikberatkan pada kualitas proses belajar, bukan hanya hasil akhir.
Sekolah yang menerapkan DIA di Indonesia
Di Indonesia, satu-satunya sekolah yang menggunakan kurikulum DIA adalah German School Jakarta / Deutsche Schule Jakarta (DSJ).
Sekolah yang berdiri sejak 1969 ini mengadopsi sistem pendidikan Jerman sesuai standar pemerintah Jerman dan menjadi bagian dari jaringan sekolah Jerman di luar negeri. Selain siswa asal Jerman, sekolah ini juga menerima peserta didik dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Keberadaan DSJ menunjukkan bahwa pilihan pendidikan internasional di Indonesia tidak hanya terbatas pada Cambridge atau IB, tetapi juga mencakup sistem pendidikan Jerman yang memiliki filosofi pembelajaran tersendiri.
Semakin banyak pilihan untuk orang tua
Setiap keluarga tentu memiliki pertimbangan yang berbeda dalam memilih sekolah bagi anaknya.
Sebagian mungkin lebih cocok dengan pendekatan Cambridge atau IB, sementara yang lain mencari sistem pendidikan yang lebih menekankan pemahaman konsep, kemampuan berpikir analitis, dan kemandirian belajar.
Di tengah semakin beragamnya pilihan pendidikan internasional di Indonesia, mengenal kurikulum DIA dapat membantu orang tua memperoleh gambaran yang lebih lengkap sebelum menentukan jalur pendidikan yang paling sesuai bagi anak.




