Yogyakarta, radarbaru.com – Kegiatan sosialisai keamanan pangan sekolah dialukan di tiga sekolah yaitu SD Negeri Wukirsari pada hari Kamis, 30 Juli 2026, MTS Negeri 3 Bantul pada Rabu, 5 Agustus 2026, dan di SMA Negeri 1 Imogiri pada hari Kamis,13 Agustus 2026. Pelaksanaan kegiatan sosialisai keamanan pangan dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta Angkatan XLIX Kelompok 7 yang dibagi menjadi tiga kelompok yang nantinya akan menyebar untuk mencari UMKM di berbagai RT di Padukuhan Manggung.

Tujuan utama pelaksanaan sosialisasi keamanan pangan adalah membangun kesadaran bagi siswa, guru, dan pengelola kantin mengenai pentingnya memilih serta menyajikan makanan jajanan yang sehat, aman, dan bergizi. Melalui kegiatan ini, komunitas sekolah diharapkan mampu mengenali ciri-ciri makanan yang terbebas dari cemaran berbahaya, mencegah risiko keracunan atau penyakit akibat pangan yang tidak higienis, serta mendorong terciptanya lingkungan kantin sekolah yang bersih demi mendukung kesehatan siswa di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dilaksanakan di Sosialisasi dilaksanakan di sekolah yang terdapat di Padukuhan Manggung, Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan masing-masing dihadiri oleh 52 siswa yang merupakan siswa kelas 5 di SD Negeri Wukirsari, 75 siswa MTS Negeri 3 Bantul,  50 siswa SMA Negeri 1 Imogiri Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta, serta perwakilan dari pihak sekolah yang turut hadir untuk memberikan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara. Penyampaian materi dilakukan oleh Tim kader KKN Tematik Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan topik 5 Kunci Keamana Pangam di Sekolah.

Rangkaian Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan-sambutan oleh ketua KKN Tematik Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 7. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dari pihak sekolah. Dalam salah satu sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta berharap agar kegiatan dapat memberikan manfaat bagi siswa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan.

Materi yang disampaikan oleh Tim Kader yaitu mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan Sekolah sebagai upaya menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat sekolah. Lima kunci tersebut meliputi mengenali pangan yang aman, membeli pangan yang aman, membaca informasi pada label kemasan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan saat mengonsumsi pangan, serta melaporkan apabila menemukan pangan yang diduga tidak memenuhi syarat keamanan. Melalui penerapan kelima kunci tersebut, diharapkan peserta dapat lebih bijak dalam memilih, mengonsumsi, dan menjaga keamanan pangan sehingga dapat terhindar dari risiko penyakit akibat pangan yang tidak aman.

Kagiatan sosialisasi dilaksanakan dengan penuh antusias. Terdapat beberapa pertanyaan mengenai keamanan pangan dari salah satu siswa SMA Negeri 1 Imogiri terkait dengan cara mengenali formalin dan boraks ketika makanan sudah diolah. Tim KKN Universitas Mercu Buana Ygyakarta menanggapi mengenai cara mengenali makanan yang sudah diolah dan diduga mengandung formalin atau boraks tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan warna, aroma, maupun teksturnya, karena bahan tersebut dapat tetap sulit dikenali setelah proses pengolahan. Namun, secara sederhana dapat dilakukan analisis terhadap karakteristik makanan, seperti tekstur yang terlalu kenyal atau keras, lebih awet dibandingkan makanan sejenis, tidak mudah mengalami perubahan dan tidak mudah basi, serta memiliki aroma yang tidak biasa. Karakteristik tersebut dapat dijadikan parameter yang menjadi ciri makana yang mengandung formalin dan boraks.

Setelah kegiatan sosialisasi selesai dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah melakukan survei terhadap kantin sekolah untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi kantin. Survei ini mencakup berbagai aspek, seperti jenis makanan dan jajanan yang dijual, tingkat kebersihan lingkungan kantin, serta ketersediaan fasilitas pendukung. Selain itu, survei dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penerapan keamanan pangan telah diterapkan di lingkungan kantin sekolah.

Aspek yang menjadi perhatian dalam survei meliputi kebersihan area kantin, kondisi tempat penyimpanan dan penyajian makanan, serta ketersediaan sarana penunjang kebersihan, seperti fasilitas cuci tangan yang dilengkapi dengan air mengalir dan sabun. Melalui kegiatan survei tersebut, kondisi kantin dapat diketahui secara lebih menyeluruh, termasuk berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan guna mendukung penyediaan pangan yang aman dan layak bagi siswa. Masih terdapat beberapa kekurangan dalam prinsip kemanan pangan seperti masih terdapat tempat sampah yang tidak terdapat penutup dan langit-langit yang masih terdapat kotoran. Akan tetapi, dalam penyediaan makanan di setiap penjual sudah mengutamakan makanan berlabel dan memiliki izin edar MD/ML dan PIRT dari BPOM. Sehingga hampir semua maknan yang diperjualbelikan sudah aman.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, diketahui bahwa kondisi lingkungan kantin sekolah sudah cukup bersih dan tertata. Jajanan yang dijual juga cukup terkontrol karena penyedia makanan di kantin hanya diperbolehkan berasal dari wali murid dan tidak menerima penyedia jajanan dari luar sekolah. Ketentuan tersebut menjadi salah satu upaya pihak sekolah dalam mengontrol jenis dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh siswa. Dengan adanya pembatasan penyedia jajanan tersebut, pihak sekolah dapat lebih mudah melakukan pemantauan terhadap makanan yang beredar di lingkungan sekolah. Selain itu, kondisi kantin yang bersih dan didukung dengan fasilitas kebersihan juga menjadi hal penting dalam menjaga keamanan pangan. Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa kantin sekolah sudah menerapkan beberapa aspek dasar keamanan pangan, meskipun tetap perlu dilakukan pemantauan dan pembiasaan secara rutin agar kebersihan serta keamanan jajanan yang dikonsumsi siswa tetap terjaga.

Diharapkan dengan adanya kegiatan survei ini, pihak sekolah dapat terus mempertahankan kebersihan dan keamanan pangan di lingkungan kantin serta melakukan pemantauan secara rutin terhadap jajanan yang diperjualbelikan. Selain itu, diharapkan kesadaran mengenai pentingnya keamanan pangan dapat terus ditingkatkan, baik dari pihak sekolah, wali murid sebagai penyedia jajanan, maupun siswa sebagai konsumen, sehingga makanan yang dikonsumsi di lingkungan sekolah tetap aman, bersih, dan dapat mendukung kesehatan siswa.