Mataram, radarbaru.com – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya bertugas mendidik dan mendampingi tumbuh kembang anak. Dalam keseharian, mereka juga harus menangani berbagai pekerjaan administrasi, mulai dari rekapitulasi kehadiran hingga pencatatan iuran dan keuangan sekolah.
Kondisi tersebut juga dihadapi para guru di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 7 Ampenan, Kota Mataram. Untuk membantu mengurangi beban administrasi sekaligus meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi, tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan Pendampingan Digitalisasi Administrasi dan Keuangan PAUD Berbasis Teknologi Informasi, Jumat, 7 Agustus 2026.
Program ini difokuskan pada peningkatan tata kelola administrasi dan keuangan sekolah serta penguatan keterampilan digital tenaga pendidik. Selama ini, sebagian pengelolaan administrasi dan laporan keuangan masih dilakukan secara manual atau menggunakan spreadsheet sederhana. Kondisi tersebut membutuhkan waktu cukup besar dan berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, terutama dalam pengelolaan SPP, iuran sekolah, serta penyusunan laporan keuangan.
Sebagian besar tenaga pendidik memiliki latar belakang Sarjana Pendidikan (S.Pd) dengan kompetensi utama di bidang pedagogik. Sementara itu, pengelolaan keuangan berbasis teknologi informasi dan pembukuan digital bukan merupakan bidang utama pendidikan mereka. Karena itu, kegiatan pendampingan dirancang agar teknologi dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan administrasi sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan dan penilaian terhadap sistem administrasi yang digunakan sekolah. Selanjutnya, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi dan pembukuan digital, asistensi langsung menggunakan simulasi data, serta evaluasi mandiri dalam penyusunan laporan digital.
Melalui sistem digital, transaksi penerimaan seperti SPP, bantuan operasional, maupun donasi dapat dicatat secara lebih terstruktur. Pengeluaran operasional sekolah juga dapat direkapitulasi dengan lebih cepat dan sistematis. Penggunaan spreadsheet yang terorganisasi maupun perangkat lunak manajemen sekolah dapat membantu memantau arus kas dan mempermudah penyusunan laporan keuangan bulanan serta tahunan.
Digitalisasi juga diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan perhitungan serta ketidaksesuaian pencatatan kas. Informasi keuangan yang tersusun lebih rapi akan memudahkan sekolah melakukan evaluasi internal maupun menyampaikan pertanggungjawaban kepada yayasan dan pihak terkait.
Dari sisi tenaga pendidik, efisiensi administrasi memberi ruang lebih besar bagi guru untuk memusatkan perhatian pada tugas utama mereka. Waktu yang sebelumnya tersita untuk pencatatan rutin dapat dialihkan untuk perencanaan pembelajaran, pengembangan media edukasi, serta pendampingan tumbuh kembang anak.
Pendampingan ini sekaligus memperluas kompetensi guru melalui penguatan literasi digital dan keterampilan pengelolaan keuangan operasional. Dengan demikian, digitalisasi tidak sekadar mengganti pencatatan manual dengan komputer, tetapi membantu membangun tata kelola sekolah yang lebih tertib, transparan, dan efisien.
Bagi TK ABA 7 Ampenan, pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat mendukung pengelolaan administrasi yang lebih baik tanpa mengurangi fokus guru terhadap proses pendidikan anak.
* Oleh: Elin Erlina Sasanti, Akram, Ida Ayu Putri Suprapti, Animah, Alvina Oktavia Wahab









