Huruf Arab tidak hanya digunakan sebagai unsur pembentuk kata. Dalam sistem tradisional yang disebut Abjad Kabir, setiap huruf juga memiliki nilai angka tertentu. Alif bernilai 1, ba bernilai 2, jim bernilai 3, dan seterusnya hingga ghain yang bernilai 1.000.
Sistem ini dikenal pula sebagai hisab abjad atau hisab al-jummal. Dahulu, nilai-nilai tersebut digunakan untuk penomoran, pencatatan tahun, penyusunan kronogram, serta berbagai kebutuhan dalam karya sastra dan manuskrip Arab.
Lalu, bagaimana susunan nilai Abjad Kabir dan cara menghitung sebuah nama? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Abjad Kabir?
Abjad Kabir adalah sistem yang memberikan nilai numerik kepada 28 huruf Arab. Kata kabir berarti “besar” karena sistem ini menggunakan nilai lengkap dari 1 hingga 1.000.
Susunannya berbeda dari urutan huruf hijaiyah yang biasa dipelajari melalui buku Iqra. Urutan Abjad Kabir mengikuti rangkaian lama berikut:
Abjad – Hawwaz – Hutti – Kalaman – Sa‘fash – Qarasyat – Tsakhadz – Dhazagh
Dalam tulisan Arab:
أبجد هوز حطي كلمن سعفص قرشت ثخذ ضظغ
Empat huruf pertama, yaitu alif, ba, jim, dan dal, membentuk kata abjad. Dari sinilah istilah tersebut berasal.
Tabel Abjad Kabir dan Nilai Angkanya
Berikut tabel lengkap nilai numerik huruf Arab dalam sistem Abjad Kabir:
| Huruf | Nama huruf | Nilai |
| ا | Alif | 1 |
| ب | Ba | 2 |
| ج | Jim | 3 |
| د | Dal | 4 |
| ه | Ha | 5 |
| و | Waw | 6 |
| ز | Zai | 7 |
| ح | Ha | 8 |
| ط | Tha | 9 |
| ي | Ya | 10 |
| ك | Kaf | 20 |
| ل | Lam | 30 |
| م | Mim | 40 |
| ن | Nun | 50 |
| س | Sin | 60 |
| ع | ‘Ain | 70 |
| ف | Fa | 80 |
| ص | Shad | 90 |
| ق | Qaf | 100 |
| ر | Ra | 200 |
| ش | Syin | 300 |
| ت | Ta | 400 |
| ث | Tsa | 500 |
| خ | Kha | 600 |
| ذ | Dzal | 700 |
| ض | Dhad | 800 |
| ظ | Zha | 900 |
| غ | Ghain | 1.000 |
Nilainya bergerak dari satuan ke puluhan, kemudian ratusan:
- Alif sampai tha bernilai 1–9
- Ya sampai shad bernilai 10–90
- Qaf sampai zha bernilai 100–900
- Ghain memiliki nilai tertinggi, yaitu 1.000
Cara Menghitung Nilai Abjad Sebuah Nama
Cara menghitungnya cukup sederhana:
- Tuliskan nama atau kata menggunakan huruf Arab.
- Cari nilai setiap huruf pada tabel Abjad Kabir.
- Jumlahkan seluruh nilainya.
- Hasil penjumlahan disebut total Abjad.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah ejaan Arabnya. Dua nama yang terdengar hampir sama dapat menghasilkan nilai berbeda apabila ditulis menggunakan huruf yang berbeda.
Contoh Menghitung Nama Muhammad
Nama Muhammad ditulis:
محمد
Huruf-hurufnya terdiri atas:
- م atau mim = 40
- ح atau ha = 8
- م atau mim = 40
- د atau dal = 4
Perhitungannya:
40 + 8 + 40 + 4 = 92
Dengan demikian, total Abjad nama Muhammad (محمد) adalah 92.
Contoh Menghitung Lafaz Allah
Lafaz Allah ditulis:
الله
Perhitungannya adalah:
- ا atau alif = 1
- ل atau lam = 30
- ل atau lam = 30
- ه atau ha = 5
Hasilnya:
1 + 30 + 30 + 5 = 66
Jadi, nilai Abjad lafaz Allah (الله) adalah 66.
Mengapa Basmalah Memiliki Nilai 786?
Angka 786 sering dikaitkan dengan kalimat Basmalah:
بسم الله الرحمن الرحيم
Nilai tersebut diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hurufnya:
- بسم = 102
- الله = 66
- الرحمن = 329
- الرحيم = 289
Totalnya:
102 + 66 + 329 + 289 = 786
Angka 786 merupakan hasil perhitungan Abjad, bukan pengganti lafaz Basmalah. Dalam penulisan doa, surat, atau ibadah, membaca dan menuliskan Bismillahirrahmanirrahim tetap lebih utama daripada menggantinya dengan angka.
Bagaimana Menghitung Harakat, Hamzah, dan Tasydid?
Beberapa bentuk tulisan Arab memerlukan perhatian khusus.
Harakat
Fathah, kasrah, dammah, sukun, dan tanwin tidak memiliki nilai Abjad. Yang dihitung hanya hurufnya.
Hamzah
Alif dengan hamzah seperti أ, إ, dan آ biasanya dihitung sebagai alif dengan nilai 1. Namun, perlakuan terhadap hamzah mandiri ء dapat berbeda menurut metode yang digunakan. Ada yang memberinya nilai 1 dan ada pula yang tidak menghitungnya.
Tasydid
Tasydid menunjukkan bahwa sebuah huruf dibaca ganda. Dalam metode yang menghitung berdasarkan huruf yang diucapkan, huruf bertasydid dapat dihitung dua kali. Namun, beberapa metode hanya menghitung bentuk huruf yang tertulis satu kali. Karena itu, gunakan satu aturan secara konsisten.
Ta Marbuthah
Huruf ة dapat diperlakukan sebagai ha dengan nilai 5 atau ta dengan nilai 400, tergantung cara baca dan metode perhitungan. Perbedaan aturan inilah yang terkadang membuat hasil dua kalkulator tidak sama.
Perbedaan Abjad Kabir dan Huruf Hijaiyah
Abjad Kabir dan huruf hijaiyah menggunakan huruf Arab yang sama, tetapi urutan dan tujuannya berbeda.
Urutan hijaiyah seperti alif, ba, ta, tsa, jim digunakan untuk belajar membaca dan menulis bahasa Arab. Sementara itu, urutan Abjad dimulai dengan alif, ba, jim, dal dan digunakan untuk menentukan nilai angka setiap huruf.
Jadi, Abjad Kabir bukan alfabet Arab yang berbeda, melainkan sistem pengurutan dan pemberian nilai numerik pada huruf Arab.
Apakah Nilai Abjad Menentukan Nasib?
Secara historis, Abjad Kabir merupakan sistem huruf dan angka. Nilainya dapat digunakan untuk mempelajari manuskrip, menghitung kronogram, memahami penanggalan dalam karya lama, atau sekadar mengetahui nilai numerik sebuah kata.
Namun, hasil perhitungan Abjad tidak dapat dijadikan bukti pasti mengenai nasib, jodoh, rezeki, atau masa depan seseorang. Dalam Islam, perkara gaib tidak dapat diketahui hanya melalui penjumlahan huruf.
Karena itu, gunakan Abjad Kabir sebagai pengetahuan sejarah, bahasa, dan budaya secara bijak. Jangan menjadikannya satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan penting dalam kehidupan.
Kesimpulan
Abjad Kabir memberikan nilai angka kepada setiap huruf Arab, mulai dari alif yang bernilai 1 hingga ghain yang bernilai 1.000. Untuk menghitung sebuah nama, tuliskan nama tersebut dalam bahasa Arab, temukan nilai setiap huruf, lalu jumlahkan seluruhnya.
Perhitungan manual membantu memahami cara kerja sistem ini. Sementara untuk nama atau kalimat yang panjang, kalkulator Abjad online dapat digunakan agar proses penjumlahan lebih cepat dan mengurangi risiko kesalahan.







