Jakarta — Hampir satu tahun setelah dirilis, EP Musik Latar Adegan Orang Dewasa karya Indra Guntoro kembali menemukan relevansinya di tengah keseharian pendengar muda. Mengusung musik instrumental sebagai “musik latar” bagi berbagai adegan kehidupan orang dewasa, EP ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang tidak bergantung pada lirik, melainkan pada suasana dan pengalaman personal pendengarnya.
Dirilis pada 29 Desember 2025, Musik Latar Adegan Orang Dewasa berangkat dari gagasan sederhana: ada musik yang tidak harus menjadi pusat perhatian, tetapi justru hadir menemani berbagai momen dalam kehidupan—perjalanan pulang, bekerja, menikmati waktu sendirian, memikirkan seseorang, atau sekadar menjalani rutinitas sehari-hari.
Namun, satu tahun setelah perilisannya, muncul sebuah pertanyaan menarik: mengapa musik yang secara konsep berbicara tentang “kehidupan orang dewasa” justru dapat terasa dekat dengan generasi Z?
Bagi Indra Guntoro, kedekatan tersebut mungkin justru terletak pada pengalaman hidup yang semakin sulit dibedakan berdasarkan usia.
“Saya awalnya membayangkan musik ini sebagai soundtrack untuk kehidupan orang dewasa. Tapi ternyata ketika musik dilepas ke pendengar, setiap orang punya adegan hidupnya sendiri. Bisa jadi adegan yang saya bayangkan sebagai kehidupan orang dewasa justru sedang dialami oleh pendengar yang usianya lebih muda,” ujar Indra Guntoro.
Alih-alih menyampaikan cerita secara eksplisit melalui lirik, musik instrumental dalam EP ini memberikan ruang bagi pendengar untuk memasukkan pengalaman mereka sendiri ke dalam musik. Sebuah melodi dapat mengingatkan seseorang pada perjalanan tertentu, seseorang yang pernah hadir, atau bahkan sebuah fase kehidupan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Hal tersebut membuat Musik Latar Adegan Orang Dewasa tidak berhenti sebagai kumpulan lagu instrumental, tetapi menjadi semacam soundtrack personal bagi pendengarnya.
Menariknya, perjalanan EP ini juga memperlihatkan bahwa musik instrumental dan musik pop dapat memiliki jalur pendengar yang berbeda. Di tengah identitas Indra sebagai musisi yang banyak mengeksplorasi musik instrumental kontemporer, karya-karya dengan pendekatan yang lebih pop justru menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian pendengar.
Bagi Indra, hal tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan bermusik: musik yang dibuat dengan konsep tertentu pada akhirnya dapat menemukan makna baru ketika sampai kepada pendengarnya.
“Musik itu akhirnya bukan lagi sepenuhnya milik pembuatnya. Ketika sudah didengar orang lain, mereka bisa punya cerita sendiri. Saya justru suka ketika sebuah lagu bisa menjadi latar dari kehidupan seseorang tanpa saya harus menentukan cerita apa yang harus mereka rasakan,” kata Indra.
Memasuki satu tahun perilisannya, Musik Latar Adegan Orang Dewasa menjadi pengingat bahwa musik tidak selalu harus berbicara tentang generasi tertentu. Pengalaman tentang kesepian, perjalanan, hubungan, pekerjaan, kerinduan, dan pencarian arah hidup dapat dirasakan lintas usia.
Dan mungkin, di situlah pertanyaan tentang relevansinya dengan Gen Z menemukan jawabannya: bukan karena EP ini secara khusus dibuat untuk Gen Z, tetapi karena setiap generasi pada akhirnya memiliki adegan dewasanya sendiri.
Musik Latar Adegan Orang Dewasa karya Indra Guntoro dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital.
Tentang Indra Guntoro
Indra Guntoro merupakan musisi asal Indonesia yang banyak mengeksplorasi musik instrumental kontemporer. Melalui karya-karyanya, Indra mencoba menempatkan musik sebagai bagian dari keseharian—bukan selalu sebagai pusat perhatian, tetapi sebagai latar yang menemani berbagai momen dalam kehidupan









