Tidore Kepulauan, radarbaru.com — Minuman berenergi merupakan salah satu produk minuman yang tersedia di masyarakat dan dikenal oleh berbagai kalangan. Pemahaman mengenai kandungan serta peruntukan produk sesuai kelompok usia menjadi hal penting untuk dikenalkan sejak dini. Hal inilah yang menjadi perhatian tim dosen dan mahasiswa Universitas Khairun dalam kegiatan edukasi kesehatan di SMP Muhammadiyah 1 Tidore Kepulauan.

Sebanyak 41 siswa kelas VII mengikuti kegiatan edukasi yang membahas kandungan minuman berenergi dan informasi kesehatan yang perlu diketahui oleh remaja. Berdasarkan survei awal, sebanyak 33 siswa atau sekitar 80,5 persen menyatakan pernah mengonsumsi minuman berenergi, tiga siswa menyatakan tidak pernah, sedangkan lima siswa lainnya tidak memberikan jawaban.

Hasil survei tersebut menjadi dasar pentingnya memberikan informasi yang tepat kepada siswa mengenai minuman berenergi. Melalui edukasi ini, para siswa diajak memahami bahwa setiap produk memiliki karakteristik dan peruntukan tersendiri. Minuman berenergi mengandung kafein dan bahan lainnya yang perlu dikenali, serta tidak diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, pemahaman mengenai informasi produk dan kesesuaian konsumsi dengan kelompok usia perlu diberikan sejak dini.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih satu jam melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, tim menjelaskan pengenalan minuman berenergi, kandungan yang terdapat di dalamnya, serta informasi mengenai penggunaannya dan potensi dampaknya terhadap kesehatan. Sesi tanya jawab juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman sehingga suasana edukasi berlangsung secara aktif.

Ketua pelaksana kegiatan, apt. Abulkhair Abdullah, M.Farm., menyampaikan bahwa edukasi ini bertujuan membangun pemahaman kesehatan yang baik sejak usia sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa lebih mengenal minuman berenergi, termasuk kandungan dan peruntukannya. Penting bagi remaja untuk memahami bahwa minuman berenergi tidak diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja, sehingga mereka dapat belajar memilih minuman yang sesuai dengan usia dan kebutuhan tubuh. Kami berharap edukasi sederhana ini dapat menambah pengetahuan siswa dan membantu mereka membangun kebiasaan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun atas bantuan dana yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ungkapnya.

Edukasi kesehatan di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa memperoleh informasi yang benar dan sesuai dengan usia mereka. Selain itu, dukungan guru dan pengelola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dapat berperan dalam memperkuat penyampaian informasi kesehatan dan membiasakan siswa untuk lebih memperhatikan kebutuhan tubuh serta pilihan yang mendukung kesehatan.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim Universitas Khairun berharap literasi kesehatan remaja semakin meningkat. Pemberian informasi sejak dini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan dan menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.