Bagi banyak pemilik rumah di Indonesia, kusen kayu dulu dianggap pilihan paling wajar. Kayu mudah didapat, mudah dibentuk, dan memberi kesan hangat. Namun seiring waktu, masalah mulai muncul: kusen memuai saat musim hujan sehingga pintu sulit ditutup, cat mengelupas, dan yang paling ditakuti, serangan rayap. Kondisi ini membuat semakin banyak orang mempertimbangkan kusen aluminium sebagai alternatif, baik untuk rumah baru maupun renovasi.
Mengapa Kusen Aluminium Semakin Populer?
1. Tidak Dimakan Rayap dan Tidak Memuai
Aluminium adalah logam, sehingga tidak menjadi sasaran rayap dan tidak menyerap air. Kusen tidak akan melengkung atau memuai saat kelembapan tinggi, sehingga jendela dan pintu tetap bisa dibuka-tutup dengan lancar dari tahun ke tahun. Bagi rumah di daerah yang curah hujannya tinggi, keunggulan ini sangat terasa.
2. Tahan Karat dan Minim Perawatan
Berbeda dengan besi, aluminium membentuk lapisan oksida alami yang melindunginya dari korosi. Ditambah finishing powder coating atau anodized, kusen aluminium tidak perlu dicat ulang secara berkala. Perawatannya cukup dengan membersihkan debu dan memastikan karet serta roda (untuk jendela geser) dalam kondisi baik.
3. Tampilan Ramping dan Modern
Profil aluminium bisa dibuat lebih ramping daripada kayu dengan kekuatan yang memadai. Hasilnya, bidang kaca bisa lebih lebar, cahaya alami lebih banyak masuk, dan rumah terasa lebih lapang. Pilihan warnanya pun beragam, dari putih, hitam, cokelat, hingga motif serat kayu bagi yang tetap ingin nuansa alami.
Kekurangan yang Perlu Diketahui
1. Menghantarkan Panas
Aluminium adalah penghantar panas yang baik. Pada jendela yang langsung terkena matahari sore, rangkanya bisa terasa hangat. Hal ini bisa diimbangi dengan pemilihan kaca yang tepat, tritisan atap, atau kanopi di atas jendela.
2. Profil Tipis Mudah Penyok
Tidak semua kusen aluminium sama. Profil yang terlalu tipis memang lebih murah, tetapi mudah penyok dan terasa ringkih saat dibuka-tutup. Selisih harga dengan profil yang lebih tebal biasanya sepadan dengan umur pakainya.
3. Kesan Kurang “Hangat” bagi Sebagian Orang
Bagi pemilik rumah bergaya tradisional, aluminium polos kadang terasa terlalu industrial. Solusinya bisa dengan finishing motif kayu atau memadukannya dengan elemen interior lain.
Tips Memilih Kusen Aluminium yang Tepat
1. Perhatikan Ketebalan dan Merek Profil
Tanyakan ketebalan profil yang dipakai dan mintalah contoh fisiknya. Profil untuk pintu utama sebaiknya lebih tebal dibanding untuk jendela kecil.
2. Pilih Aksesori Berkualitas
Engsel, handle, kunci, dan roda sering menjadi titik yang pertama rusak. Aksesori yang baik membuat kusen tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang.
3. Pastikan Pemasangan Presisi dan Kedap Air
Celah antara kusen dan dinding harus ditutup sealant dengan rapi agar air hujan tidak merembes. Pemasangan yang tidak siku akan membuat jendela seret meski materialnya bagus.
4. Pertimbangkan Kebutuhan Jangka Panjang
Kalau Anda berencana mengganti fasad atau menambah kanopi di kemudian hari, pilih penyedia yang juga menangani pekerjaan aluminium lain seperti kaca tempered dan ACP, agar desainnya tetap selaras.
Penutup
Kusen aluminium adalah jawaban praktis untuk masalah klasik kusen kayu di iklim tropis: rayap, pemuaian, dan perawatan rutin. Kuncinya ada pada pemilihan profil, aksesori, dan kualitas pemasangan. Jika Anda sedang merencanakan pembangunan atau renovasi rumah, tim Platinum Aluminium siap membantu mulai dari survei, pemilihan material, hingga pemasangan.









