Temanggung, radarbaru.com — Keterbatasan pasokan air selama ini menjadi persoalan krusial bagi warga Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Kondisi tersebut memaksa mayoritas petani setempat hanya mampu menanam tembakau sebagai komoditas utama, meski hasil yang diperoleh kerap tidak menjanjikan akibat fluktuasi harga dan sistem tata niaga yang belum berpihak pada petani. Menyikapi tantangan ini, Tim Pengabdian Geofisika dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) turun langsung ke lapangan membawa solusi berbasis teknologi geofisika.

Pada 8 April 2026, tim pengabdian bekerja sama dengan Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Magelang melaksanakan kegiatan pemetaan potensi air bawah tanah di desa tersebut. Tim terdiri dari lima akademisi geofisika Undip, yakni Dr. Eng. Udi Harmoko, S.Si., M.Si.; Prof. Dr. Gatot Yulianto, S.Si., M.Si.; Dr. Drs. Tony Yulianto, M.T.; Dr. Drs. Muhammad Irham, M.T.; dan Dr. Ir. Sugeng Widada, M.T.

“Kami melihat ada potensi besar di bawah permukaan tanah Desa Glapansari yang belum dimanfaatkan. Dengan metode mikrotremor, kami bisa mengidentifikasi di mana keberadaan akuifer tanpa perlu pengeboran awal yang mahal. Harapannya, temuan ini menjadi pijakan nyata bagi warga untuk mengakses air bersih secara berkelanjutan,” ujar Udi Harmoko, Ketua Tim Pengabdian.

Teknologi Mikrotremor: Mendengar Bisikan Bumi

Pendekatan yang digunakan adalah metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) berbasis data mikrotremor — getaran mikro alami yang terjadi di permukaan bumi. Secara sederhana, metode ini bekerja seperti “mendengarkan” getaran halus tanah menggunakan alat seismik tiga arah, kemudian menganalisis karakteristik sinyal yang dihasilkan untuk membaca kondisi geologi bawah permukaan.

Dari analisis tersebut, tim menghitung rasio Poisson — indikator penting untuk mendeteksi kandungan air dalam lapisan tanah. Semakin tinggi nilai rasio ini, semakin besar kemungkinan lapisan tersebut mengandung air. Metode ini terbukti efisien karena tidak memerlukan pengeboran di tahap awal, sehingga biaya eksplorasi jauh lebih terjangkau bagi masyarakat desa.

Akuifer Tertekan Ditemukan di Kedalaman 60–145 Meter

Hasil pengukuran mikrotremor di Desa Glapansari menunjukkan temuan yang menjanjikan. Pada titik ukur 1C, tim mengidentifikasi potensi akuifer pada kedalaman sekitar 60 hingga 145 meter, yang mengindikasikan keberadaan akuifer tertekan di bawah permukaan. Potensi lapisan batuan sebagai sumber akuifer di kawasan ini dinilai cukup besar, sehingga keberadaan air tanah dapat diidentifikasi secara lebih akurat melalui metode mikrotremor berbasis HVSR dengan analisis rasio Poisson.

“Kalau memang ada air di bawah sini, ini kabar yang sangat kami tunggu. Selama ini kami bergantung penuh pada musim hujan untuk mengairi kebun sayur. Kalau ada sumber air yang bisa diandalkan sepanjang tahun, banyak dari kami yang ingin mencoba menanam lebih bervariasi,” ungkap salah seorang petani warga Desa Glapansari yang turut menyaksikan pengukuran berlangsung.

Diversifikasi Pertanian dan Dukungan SDGs 2 & 6

Kegiatan ini selaras dengan dua tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) yang mendorong ketahanan pangan dan diversifikasi pertanian, serta SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) yang menjamin akses air bersih bagi seluruh masyarakat.

Dengan teridentifikasinya sumber air tanah yang potensial, masyarakat Desa Glapansari kini memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk mengembangkan sistem pertanian yang lebih beragam, adaptif, dan berkelanjutan. Para petani yang sebelumnya hanya mengandalkan tembakau kini berpeluang memperluas pilihan komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi yang lebih stabil.

Langkah Selanjutnya

Tim pengabdian berencana menindaklanjuti temuan ini dengan menyerahkan laporan hasil pemetaan kepada pemerintah desa dan dinas terkait di Kabupaten Temanggung sebagai rekomendasi lokasi pengeboran sumur dalam. Ke depan, kolaborasi dengan pemerintah daerah serta lembaga pendanaan diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur air bersih yang menjangkau seluruh warga Desa Glapansari.