Sambungan lantai atau dak beton bisa mengalami berbagai masalah yang merusak strukturnya. Hal ini bisa ditangani dengan berbagai cara tergantung kondisi. Misalnya dengan menggunakan sealant waterproofing dak beton.

Lantas, apa saja masalah tersebut? Inilah ulasannya untuk memudahkan Anda dalam mencegahnya.

Masalah pada Sambungan Lantai atau Dak Beton

Struktur beton sering digunakan di lantai atau dak beton karena cenderung lebih kuat daripada bahan pada umumnya. Hal ini membuatnya semakin aman dan awet sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

Sayangnya, ada berbagai masalah yang kerap dialami oleh sambungan struktur ini, seperti:

  • Spalling

Spalling atau gompel bisa terjadi pada tepi sambungan dak beton. Hal ini membuatnya memiliki lubang kecil. Jika dibiarkan terlalu lama, lubang tersebut akan terus membesar hingga menyebabkan kerusakan.

Ada berbagai penyebab dari masalah ini, seperti korosi besi tulangan di dekat sambungan. Korosi tersebut membuat volumenya membesar hingga mendesak beton dan membentuk gompel. Bahkan, struktur dapat pecah.

Pada lantai, masalah ini dapat disebabkan oleh hantaman roda keras, seperti truk atau forklift. Efeknya akan semakin parah bila sambungan kosong atau filler-nya sudah rusak karena beton tidak mampu menahan beban di ujung tajamnya.

  • Uneven Floors

Bila dua pelat beton bertemu pada satu sambungan namun tingginya sudah tidak sama, maka uneven floors atau lantai tidak rata akan terjadi. Akibatnya, lantai terasa seperti anak tangga kecil yang berbahaya apalagi jika tidak disadari oleh penggunanya.

Forklift atau barang lain bisa terguling dan menjatuhkan bebannya bila melalui lantai dengan kondisi ini dalam kecepatan tinggi. Selain itu, Anda juga bisa tersandung hingga terjatuh pada lantai ini.

Pada dak, hal ini bisa disebabkan oleh lendutan struktur yang tidak seragam hingga menyebabkan kegagalan sistem transfer beban. Di sisi lain, penurunan permukaan tanah juga dapat menyebabkan masalah ini pada lantai.

  • Kebocoran

Sambungan beton merupakan jalur termudah bagi air untuk menembusnya. Terlebih lagi bila sealant antar sambungan sudah getas bahkan pecah akibat sinar ultraviolet maupun buruknya kualitas material.

Bila hal ini terjadi pada lantai, maka air akan masuk ke bawah plat dan melunakkan tanah. Alhasil, tanah menyembur saat pelat terkena beban sehingga lantai pun kopong.

Di sisi lain, kebocoran akan merusak plafon, korsleting kabel listrik, hingga korosi pada struktur utama. Itulah mengapa sealant waterproofing dak beton diperlukan.

Salah satu sealant tersebut adalah Sikaflex® PRO-3 dengan kemampuan pergerakan sekitar 35%. Bahan ini memiliki ketahanan terhadap mekanis dan kimia serta merekat dengan baik pada material konstruksi tertentu.

Selain itu, pengerasannya tak menimbulkan gelembung dan dapat dicat ulang. Menariknya, emisinya sangat rendah sehingga cocok bagi bangunan dengan konsep green.

Di sisi lain, ada juga Sikaflex®-406 KC yang bersifat self-levelling dan elastis. Sealant ini memiliki kemampuan pergerakan sekitar 25% untuk EN 15651-4 dan sekitar 35% untuk EN 14188-2. Tekanannya pun rendah pada sisi joint.

Terakhir, ada Sika® FloorJoint100% jika dipasang dengan Sikadur-Combiflex®. Sealant ini bebas logam sehingga tidak mengalami korosi. Pemasangannya pun tipis dan dapat dipasang dengan perekat Sika tanpa sekrup.

Selain itu, hampir tidak terasa getaran pada sealant ini meski mobil atau forklift berlalu lalang. Bahkan, keausan pada bantalan roda dan komponen lainnya dari forklift juga bisa dikurangi dengannya.

Ketahanannya terhadap beban mekanik, api, dan bahan kimia juga cukup tinggi. Di sisi lain, bahan ini juga bisa menjadi solusi waterproofing untuk sambungan antara elemen konstruksi horizontal dan vertikal.

Anda bisa mengaplikasikan sealant waterproofing dak beton ini dengan mudah menggunakan aplikator resin atau screed secara tipis tanpa pengelasan. Detailnya dan perbaikannya pun mudah dilakukan.

  • Random Cracking

Retak liar bisa muncul di luar garis sambungan yang sudah ditentukan pada lantai atau dak beton. Hal ini disebabkan oleh penyusutan struktur saat kering. Terlebih lagi bila sambungan terlambat atau tidak dipotong cukup dalam.

Pada dak beton, hal ini sering terjadi karena proses muai susut akibat panas matahari. Dampaknya sama, yaitu menjadi celah baru bagi kebocoran dan sulit ditutup dengan rapi.

  • Penurunan Produktivitas Operasional

Jika masalah-masalah di atas terjadi pada lantai atau dak beton, maka produktivitas operasional akan menurun. Misalnya, pengguna dan alat berat harus melambat agar tidak tersandung maupun terguncang. Biaya perawatan alat berat pun membengkak.

Di sisi lain, masalah-masalah ini membuat risiko kecelakaan kerja meningkat. Akibatnya, pengguna lantai atau dak beton terancam.

  • Biaya Perbaikan Lebih Tinggi

Berbagai masalah ini membuat biaya perbaikan menjadi lebih tinggi terutama jika dibiarkan begitu saja. Terlebih lagi, kerusakan yang timbul dapat bersifat berantai dan merembet ke plat beton secara keseluruhan.

Selain itu, kerusakan yang parah juga memerlukan metode lebih rumit. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk memperbaikinya akan lebih panjang.

Lindungi Sambungan Lantai atau Dak Beton dengan Sika

Sejumlah masalah di atas memang bisa menimbulkan masalah yang lebih serius hingga membahayakan keselamatan. Oleh sebab itu, Anda perlu melindungi sambungan lantai atau dak beton dengan sealant dari Sika.

Kualitasnya pun sudah terbukti karena Sika telah menangani berbagai proyek selama 115 tahun, seperti Teater Royal Shakespeare di Inggris. Di samping itu, Sika juga merupakan pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk aneka proyek Anda.

Sealant waterproofing dak beton dari Sika bisa menjadi solusi untuk mengatasi berbagai masalah di atas. Maka dari itu, Anda patut mempertimbangkannya. Konsultasi lebih lanjut dapat dilakukan bersama tim profesional dari Sika.