Radar Baru, Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Jawa Timur meresmikan penyediaan sarana dan prasarana air bersih bagi wisatawan di kawasan Gunung Bromo sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Program tersebut juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-6, yakni menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat maupun pengunjung kawasan wisata.

Penyediaan fasilitas air bersih tersebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan dasar wisatawan sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi di kawasan Bromo yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Selain memberikan kenyamanan bagi pengunjung, keberadaan sarana tersebut juga diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem kawasan wisata.

Dalam pelaksanaannya, tangki air berkapasitas 12.000 liter disiapkan untuk melayani kawasan rest area Watu Gede dan Cemoro Lawang dengan kebutuhan air mencapai sekitar 11.000 liter per hari. Pasokan air bersih tersebut bersumber dari mata air Pusung Jantur dan Widodaren yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan wisatawan serta masyarakat sekitar secara optimal.

Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa pembangunan Jalur Lingkar Timur (JLKT) dan penyediaan sarana air bersih merupakan bagian dari visi besar pembangunan pariwisata berkelanjutan di Jawa Timur. Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata harus tetap memperhatikan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin membangun Bromo dengan cara yang benar. Alamnya harus lestari, budayanya harus kuat, dan masyarakatnya harus sejahtera,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kawasan wisata Bromo dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Implementasi pembangunan berbasis SDGs juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kualitas pelayanan wisata dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), Inspektorat Provinsi Jawa Timur turut mendukung upaya pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak pada kawasan wisata strategis di Jawa Timur.

 

*) Penulis adalah Muhammad Rizal Syihabuddin, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Negeri Malang.