Bandung, radarbaru.com – Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University, melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Implementasi Smart Knowledge System untuk Meningkatkan Digital Service Quality pada NGO Disabilitas” bekerja sama dengan Bandung Independent Living Center (BILiC). Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi digital layanan organisasi disabilitas melalui pengembangan sistem berbasis knowledge management dan digital service innovation.

Bandung Independent Living Center (BILiC) merupakan Difable People Organization (DPO) yang mengusung konsep Independent Living atau kemandirian bagi penyandang disabilitas. Dalam filosofi tersebut, penyandang disabilitas dipandang sebagai individu yang memahami kebutuhan dan kondisi dirinya sendiri sehingga memiliki hak untuk menentukan kehidupan dan pelayanan yang dibutuhkannya. Selain bergerak dalam bidang advokasi, BILiC juga aktif memberikan pelayanan dan pendampingan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.

Program pengabdian masyarakat ini terdiri dari Ibu Dr. Ir. Luciana Andrawina, M.T. bersama Fandi Achmad, S.T., M.T. sebagai tim dosen. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri, yaitu Dio Pasa Pramudis, Ezra Timothy F. Purba, Muhammad Rivaldi, dan Bernieka Desyaranti. Tim pengabdian secara aktif melakukan koordinasi, diskusi kebutuhan pengguna, perancangan konsep sistem, serta validasi awal bersama mitra BILiC.

Kegiatan pengabdian diawali dengan proses identifikasi permasalahan dan analisis kebutuhan layanan digital pada organisasi mitra. Berdasarkan hasil diskusi dan observasi awal, ditemukan bahwa pelayanan bagi penyandang disabilitas masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan akses layanan asistensi, belum terintegrasinya data layanan, serta belum optimalnya sistem pengelolaan pengetahuan terkait kebutuhan pengguna dan pelayanan pendampingan difabel.

Prototype tampilan aplikasi yang dikembangkan Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University
Prototype tampilan aplikasi yang dikembangkan Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University. (Foto: Dok/Ist).

Melalui program ini, Tim Telkom University mengembangkan konsep Smart Knowledge System, yaitu sistem digital yang dirancang untuk mendukung kualitas layanan (digital service quality) bagi penyandang disabilitas secara lebih efektif, terstruktur, dan mudah diakses. Sistem ini dirancang sebagai platform yang dapat membantu pengguna disabilitas terhubung dengan asisten kemandirian profesional dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Pengembangan sistem dilakukan dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas, kemudahan penggunaan, dan kebutuhan pengguna difabel. Beberapa fitur yang sedang dipersiapkan meliputi pencarian layanan asistensi, manajemen pemesanan layanan, sistem pembayaran digital, monitoring layanan berjalan, hingga dokumentasi pengetahuan layanan berbasis digital. Selain itu, sistem juga dirancang untuk mendukung pengelolaan data layanan dan berbagi pengetahuan antar pendamping maupun organisasi secara lebih terintegrasi.

Dalam tahap persiapan program, tim pengabdian masyarakat Telkom University bersama BILiC juga melaksanakan koordinasi dan diskusi intensif terkait rancangan sistem, kebutuhan pengguna, serta strategi implementasi teknologi tepat guna bagi organisasi disabilitas. Kegiatan koordinasi dilakukan secara hybrid melalui pertemuan daring maupun diskusi langsung bersama mitra dan komunitas penyandang disabilitas.

Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Melalui implementasi Smart Knowledge System, diharapkan penyandang disabilitas dapat memperoleh akses layanan yang lebih inklusif, responsif, dan berbasis teknologi digital.

Pengabdian masyarakat ini juga menjadi bentuk komitmen Telkom University dalam mendukung transformasi digital yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ke depan, sistem yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi model layanan digital berbasis knowledge management yang dapat diterapkan pada berbagai organisasi sosial dan komunitas disabilitas di Indonesia.