Singaraja, radarbaru.com – Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengusung program SEGARAKANTI: Pemberdayaan Istri Nelayan melalui Pengolahan Hasil Laut Bernilai Tambah Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Nama SEGARAKANTI berasal dari kata “Segara” yang berarti laut dan “Kanti” yang bermakna cahaya atau penerang. Nama ini mencerminkan harapan agar potensi laut yang dimiliki masyarakat pesisir dapat menjadi sumber kesejahteraan dan memberikan jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui program ini, laut tidak hanya dipandang sebagai sumber mata pencaharian, tetapi juga sebagai sumber inovasi ekonomi, peningkatan gizi keluarga, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi Tim PPK Ormawa Segarakanti bersama pemerintah desa serta kelompok nelayan, sebagian besar hasil tangkapan ikan masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga memiliki nilai tambah yang relatif rendah. Di sisi lain, limbah hasil pengolahan ikan seperti tulang ikan belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Perwakilan Tim PPK Ormawa HMJ Manajemen Undiksha menjelaskan bahwa program SEGARAKANTI dirancang melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, kelompok nelayan, BUMDes, kader Posyandu, sekolah dasar, serta masyarakat setempat.

“Program yang kami usung berfokus pada pemberdayaan istri nelayan melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB), pelatihan pengolahan hasil laut bernilai tambah, penguatan manajemen usaha, digital marketing, hingga integrasi produk olahan ikan sebagai mitra Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu. Harapannya masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mengelola dan memasarkan produk secara mandiri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan,” jelas perwakilan tim.

Melalui program ini akan dibentuk tiga Kelompok Usaha Bersama (KUB), yaitu KUB Segara Rasa, KUB Segara Lestari, dan Kelompok Segara Nadi. Ketiga kelompok tersebut akan menjadi wadah bagi istri nelayan untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas organisasi masyarakat.

Berbagai pelatihan juga akan diberikan kepada kelompok sasaran, mulai dari pengolahan hasil laut menjadi sosis ikan, nugget ikan, dan stik tulang ikan, pelatihan manajemen usaha dan pembukuan keuangan digital, penguatan branding dan pemasaran digital, pengembangan e-catalog produk, hingga pembangunan kios mini sebagai outlet pemasaran produk unggulan desa.

Selain aspek ekonomi, program SEGARAKANTI juga mengintegrasikan kegiatan edukasi gizi dan pencegahan stunting melalui sosialisasi gizi dan parenting 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), edukasi pemanfaatan gizi ikan di sekolah dasar, serta integrasi KUB sebagai mitra penyedia Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein ikan sebagai salah satu langkah pencegahan stunting.

Pemerintah Desa Tejakula menyambut baik pelaksanaan program SEGARAKANTI dan mendukung berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Program ini dinilai sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan potensi lokal, pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.