Gianyar, radarbaru.com – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Udayana menyasar Desa Sumita, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, untuk menguatkan kesadaran lingkungan warga. Kegiatan bertema “Penguatan Pemahaman Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Memperoleh Lingkungan Hidup yang Sehat dengan Gerakan Ibu Belanja Tanpa Plastik (GELATIK)” digelar pada Minggu, 5 Juli 2026 di Aula Kantor Desa Sumita dengan peserta ibu-ibu PKK Desa Sumita.

Kegiatan ini digagas tim pengabdi sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa FH UNUD melihat bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki peran strategis sebagai pengelola sampah rumah tangga.

“Kami hadir untuk memberikan pemahaman bahwa lingkungan hidup yang sehat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Namun hak itu harus diimbangi dengan kewajiban, salah satunya mengurangi timbulan sampah plastik dari sumbernya,” jelas Ketua Tim Pengabdi, Ni Wayan Ella Apryani, SH., MH. saat memberikan materi kegiatan. “Kami ingin ibu-ibu PKK jadi agen perubahan. Setelah ini, materi hak dan kewajiban lingkungan bisa disosialisasikan lagi saat arisan atau pertemuan PKK,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, tim pengabdi mengurai kaitan antara Pasal 28H UUD 1945 dan UU No. 32 Tahun 2009 dengan perilaku sehari-hari. Selain sosialisasi hukum, tim juga memfasilitasi praktik langsung yakni dengan membagikan tas belanja bertuliskan GELATIK (Gerakan Ibu Belanja Tanpa Plastik) yang sekaligus merupakan media kampanye pengurangan sampah plastik.

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana dan Fakultas Hukum Universitas Udayana sebagai wujud kehadiran civitas akademika di masyarakat untuk memberikan penguatan pemahaman khususnya terkait hak dan kewajiban warga negara dalam memperoleh lingkungan hidup yang sehat.

Kepala Desa Sumita, I Made Bawa beserta Ketua PKK Desa Sumita mengapresiasi kehadiran tim. “Terima kasih kepada tim pengabdi yang sudah datang ke Sumita. Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipraktikkan. Kami siap menjalankan GELATIK demi lingkungan yang lebih bersih di Desa Sumita,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap tercipta perubahan perilaku berkelanjutan di Desa Sumita. Langkah kecil membawa tas belanja sendiri diharapkan menjadi gerakan besar untuk mewujudkan hak setiap warga atas lingkungan hidup yang sehat.