Gresik, radarbaru.com – Mitos bahwa membuat pupuk kompos selalu identik dengan bau busuk dan tumpukan lalat berhasil dipatahkan. Bertempat di Kafe Goa Lowo, Melirang, Gresik, kelompok ibu-ibu tani setempat berkumpul pada Rabu, 8 Juli 2026 jam 9 pagi untuk mempelajari inovasi terbaru berupa komposter ember tumpuk yang telah dirancang khusus dengan sistem sirkulasi udara otomatis bertenaga ramah lingkungan.
Selama ini, banyak warga terutama kalangan ibu rumah tangga yang enggan mengolah sampah dapurnya sendiri karena takut mengotori pekarangan rumah serta memicu aroma busuk di sekitar hunian. Namun, dengan alat baru yang diperkenalkan oleh mahasiswa ini, proses pelapukan sisa makanan terbukti bisa berjalan dengan sangat bersih tanpa menimbulkan aroma tidak sedap sama sekali bagi penciuman sekitar.
Rahasianya terletak pada komponen kipas kecil bertenaga matahari yang dipasang di bagian tutup ember untuk mengalirkan udara segar ke dalam ruangan penguraian secara terus-menerus. Pasokan udara yang melimpah ini menghentikan proses pembusukan kotor dan menggantinya dengan proses penguraian bersih alami. Antusiasme ibu-ibu Gapoktan terlihat sangat tinggi saat sesi tanya jawab mengenai cara perawatan alat ini dibuka oleh tim pelaksana.
Para peserta sangat senang karena alat ini sama sekali tidak memerlukan daya listrik rumah kabel dan ukurannya yang praktis membuat halaman rumah tetap terlihat rapi dan asri. Melalui edukasi interaktif ini, warga Desa Melirang kini memiliki alternatif solusi dan cara baru yang sangat nyaman untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, bersih, dan sepenuhnya bebas dari tumpukan sampah sisa makanan harian.* (Moh Adi Purwanto)


