Radar Baru, Tangerang – Realisasi investasi Kabupaten Tangerang pada Triwulan I (Januari–Maret) Tahun 2026 mencatat capaian signifikan sebesar Rp17,41 triliun. Angka ini menunjukkan kinerja ekonomi daerah yang stabil sekaligus mempertegas daya tarik wilayah tersebut bagi investor domestik maupun mancanegara.

Capaian ini menjadi bagian dari tren positif investasi nasional. Pada 24 April 2026, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM merilis realisasi investasi nasional Triwulan I 2026 sebesar Rp498,8 triliun sebagai indikator utama kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

PMDN Dominan, PMA Tetap Kuat

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan kontribusi 67,1%, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 32,9%. Komposisi ini menegaskan bahwa kekuatan investor domestik menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun demikian, stabilnya kontribusi PMA juga menunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang tetap kompetitif di mata investor global. Kondisi ini selaras dengan pernyataan pemerintah pusat dalam rilis 24 April 2026 yang menekankan meningkatnya realisasi investasi nasional sebagai cerminan stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia.

Serap 19.874 Tenaga Kerja

Dari aspek ketenagakerjaan, investasi yang masuk mampu menyerap 19.874 tenaga kerja Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa arus modal yang masuk tidak semata-mata bersifat padat modal, tetapi juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja.

Sebagai perbandingan, secara nasional investasi Rp498,8 triliun mampu menyerap 706.569 tenaga kerja. Dengan demikian, kontribusi Kabupaten Tangerang terhadap penyerapan tenaga kerja regional tergolong signifikan dan memiliki rasio yang relatif sejalan dengan tren nasional.

Sektor Tersier Mendominasi

Struktur sektoral investasi menunjukkan dominasi sektor tersier sebesar 69,2%, diikuti sektor sekunder 30,6%, serta sektor primer 0,2%. Dominasi sektor tersier mencerminkan transformasi ekonomi menuju jasa, perdagangan, dan aktivitas berbasis layanan.

Sementara itu, sektor sekunder tetap berperan penting sebagai basis industri manufaktur. Hal ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri yang ditekankan pemerintah pusat dalam rilis resmi 24 April 2026, di mana hilirisasi menjadi strategi utama peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.

Perumahan dan Industri Jadi Motor Utama

Secara rinci, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi penyumbang terbesar investasi daerah. Disusul industri logam dasar, mesin dan peralatan, perdagangan dan reparasi, serta industri karet dan plastik, kulit dan alas kaki, hingga kimia dan farmasi.

Keberagaman sektor tersebut menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Tangerang yang resilien dan terdiversifikasi. Pola ini sejalan dengan arah transformasi ekonomi nasional menuju struktur yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Investasi Asing dari Negara Mitra Strategis

Dari sisi geografis, PMA yang masuk berasal dari negara-negara mitra utama seperti Tiongkok, Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat. Arus investasi ini menegaskan posisi Kabupaten Tangerang sebagai magnet industri manufaktur dan logistik.

Fenomena tersebut juga mencerminkan keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia dalam menjaga hubungan investasi dengan negara mitra strategis.

Kontributor Penting Investasi Nasional

Jika dibandingkan secara langsung, realisasi Rp17,41 triliun tersebut berkontribusi sekitar 3,49% terhadap total investasi nasional Rp498,8 triliun. Angka ini cukup besar untuk ukuran satu kabupaten, sehingga menempatkan Kabupaten Tangerang sebagai salah satu kontributor penting dalam peta investasi nasional.

Capaian ini turut mendukung target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun, di mana pada Triwulan I telah tercapai 24,4% dari target tersebut.

Dampak Deregulasi dan Digitalisasi

Peningkatan realisasi investasi tidak terlepas dari kebijakan deregulasi, kemudahan perizinan, percepatan hilirisasi, serta transformasi digital yang terus diperkuat pemerintah. Kabupaten Tangerang sebagai kawasan industri berkembang menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak positif kebijakan tersebut.

Di tengah tekanan global seperti ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap solid dan selaras dengan stabilitas ekonomi nasional.

Momentum Harus Dijaga

Secara keseluruhan, realisasi investasi Kabupaten Tangerang Triwulan I 2026 tidak hanya tinggi secara nominal, tetapi juga berkualitas dari sisi struktur sektor dan dampaknya terhadap tenaga kerja. Ke depan, tantangan utama adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan meningkatkan kualitas investasi, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.