Radar Baru, Jakarta — Perkembangan digital dinilai membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor food & beverage (F&B), untuk berkembang lebih cepat dan menjangkau pasar yang lebih luas. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Selatan.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 150 peserta tersebut menghadirkan Founder PT Teknologi Sembilan Mulia sekaligus Founder Nine Nobles Digital Agency dan anggota aktif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Sova Sakinah Karim, M.Si, sebagai pembicara utama. Acara turut dihadiri oleh Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas UMKM di era ekonomi digital.
Mayoritas peserta berasal dari sektor F&B, mulai dari usaha kuliner rumahan, coffee shop, hingga brand makanan lokal yang tengah berkembang. Dalam sesi pemaparannya, Sova Sakinah Karim membahas perubahan perilaku konsumen yang kini semakin dipengaruhi oleh konten digital, media sosial, dan social commerce.
Sebagai pengamat digital dan founder Nine Nobles Digital Agency, Sova Sakinah Karim menilai bahwa tantangan terbesar UMKM saat ini bukan hanya menciptakan produk yang baik, tetapi juga bagaimana membangun relevansi brand di tengah persaingan digital yang semakin kompetitif.

“Sekarang konsumen membeli bukan hanya karena produk, tetapi karena mereka merasa connect dengan brand tersebut. Itulah mengapa digital presence, storytelling, dan konsistensi konten menjadi sangat penting bagi UMKM,” ujar Sova Sakinah Karim.
Ia juga menyoroti bahwa banyak UMKM masih memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal karena keterbatasan pemahaman mengenai strategi digital marketing dan branding.
Menurut Sova Sakinah Karim, perkembangan platform digital saat ini memberikan kesempatan yang jauh lebih inklusif bagi pelaku usaha kecil untuk bertumbuh tanpa harus memiliki modal besar seperti era bisnis konvensional sebelumnya.
“Era digital membuat persaingan menjadi lebih terbuka. Brand kecil punya peluang yang sama untuk viral dan dikenal luas selama mampu memahami cara membangun komunikasi yang tepat dengan audiens,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga cara meningkatkan engagement dan penjualan melalui konten kreatif.
Salah satu peserta, Rahma, pemilik usaha kuliner rumahan di Jakarta Selatan, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya branding digital bagi UMKM.
“Materinya sangat relate dengan kondisi bisnis sekarang. Saya jadi sadar ternyata media sosial bukan hanya tempat jualan, tapi juga cara membangun identitas brand,” ujarnya.
Peserta lainnya, Dimas, pelaku bisnis minuman lokal, menilai kegiatan tersebut membuka perspektif baru terkait pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Selama ini kami fokus di kualitas produk, tapi ternyata cara membangun komunikasi brand di digital juga punya pengaruh besar terhadap keputusan customer,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Sudin Parekraf Jakarta Selatan berharap para pelaku UMKM dapat terus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan digital sekaligus memperkuat daya saing bisnis lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan di era ekonomi kreatif Indonesia.




