Yogyakarta, radarbaru.com – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan menyelimuti perayaan Paskahan keluarga besar pegawai SMA Kolese De Britto Yogyakarta yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 April 2026 dengan tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita“. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga mempererat relasi kekeluargaan di antara para pegawai beserta keluarga.
Perayaan diawali dengan Ekaristi yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh para imam Serikat Yesus, yakni Agustinus Sugiyo Pitoyo, Aluisius Dian Permana, Agustinus Wahyu Dwi Anggoro, dan Harry Setianto Sunaryo. Kehadiran para romo ini semakin memperdalam nuansa spiritual dalam perayaan Paskah yang sarat makna.

Dalam homilinya, Romo Harry panggilan akrabnya, mengawali refleksi dengan sebuah kisah sederhana namun menyentuh dari sebuah buku inspiratif kisah diadaptasi dari dongen “The Snow Queen” karya Hans Christian Andersen. Suatu hari, Iblis menyuruh seorang tukang sihir membuat cermin yang membuat kebaikan tampak kecil dan keburukan tampak besar, sehingga manusia mulai saling curiga dan membenci. Saat cermin itu hendak dibawa ke surga, cermin tersebut pecah dan serpihannya masuk ke mata dan hati manusia, membuat mereka melihat segala sesuatu secara terbalik. Melihat kekacauan itu, Allah menciptakan cermin lain yang menolong manusia melihat dirinya sebagai pribadi yang berharga dan mampu melihat kebaikan dalam sesama. Namun, cermin Allah itu juga dihancurkan, dan serpihannya tersebar ke seluruh dunia. Berbeda dari sebelumnya, serpihan ini justru menyembuhkan, menolong manusia melihat terang, harapan, dan kebaikan di tengah kelemahan.
Ia menggambarkan bagaimana pecahan-pecahan cermin yang tampak tidak berguna justru dapat memantulkan cahaya ke berbagai arah, bahkan menjangkau tempat-tempat gelap yang sebelumnya tidak tersentuh. Melalui kisah ini, pegawai De Britto beserta keluarga diajak untuk merenungkan bahwa dalam kehidupan, kerapuhan, kegagalan, dan pengalaman retak yang dialami manusia tidak harus berakhir sia-sia. Sebaliknya, dalam terang kebangkitan Kristus, setiap pribadi dipanggil untuk tetap menjadi pembawa cahaya, sekecil apa pun peran yang dimiliki.
Pesan homili tersebut terasa relevan dan mengena bagi seluruh pegawai dan keluarga yang hadir, mengingat kehidupan sebagai pendidik dan tenaga kependidikan maupun kehidupan berkeluarga juga tidak lepas dari berbagai tantangan dan dinamika. Namun, seperti pecahan cermin yang memantulkan terang, setiap pribadi diharapkan mampu menghadirkan harapan dan kasih di lingkungan kerja maupun keluarga.

Usai perayaan Ekaristi, suasana berubah menjadi lebih cair dan penuh keceriaan. Berbagai permainan (games) yang melibatkan anak-anak dan orang tua digelar, menciptakan momen kebersamaan lintas usia yang hangat dan penuh tawa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mempererat ikatan emosional antar keluarga besar pegawai De Britto.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan istimewa dari teman-teman Jerman yang turut memeriahkan perayaan dengan menyanyikan lagu-lagu campur sari dam juga lagu karangan sendiri, menceritakan pengalaman ketika di De Britto. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam acara ini, sekaligus menjadi simbol persahabatan lintas budaya yang harmonis. Selain itu, komunitas ukulele De Britto juga tampil menghibur dengan alunan musik yang ringan dan menyenangkan, mengajak seluruh kelaurga besar pegawai larut dalam suasana sukacita Paskah.
Sebagai bentuk apresiasi dan kebahagiaan bersama, panitia juga membagikan bingkisan paskah untuk setiap keluarga dan juga berbagai doorprize yang menambah antusiasme peserta. Undian demi undian menghadirkan kejutan dan kegembiraan, terutama bagi anak-anak yang dengan penuh harap menantikan giliran untuk mendapatkan sepeda sebagai doorprize yang berjumlah delapan.
Pada akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan paskahan ditutup dengan ungkapan syukur bersama melalui makan siang dalam suasana kekeluargaan. Momen ini menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk saling berbagi cerita, mempererat relasi, dan merayakan kebersamaan sebagai satu keluarga besar. Puncak kegembiraan ditandai dengan pengundian doorprize utama yang semakin menambah semarak penutup acara.
Perayaan Paskahan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan sebuah pengalaman iman dan kebersamaan yang menghidupkan semangat persaudaraan. Dalam terang Paskah, keluarga besar SMA Kolese De Britto kembali diteguhkan untuk menjadi pribadi-pribadi yang membawa terang, bahkan dari “pecahan-pecahan” kehidupan, demi kebaikan bersama.
Humas SMA Kolese De Britto Yogyakarta




