Jakarta – Kondisi geopolitik global yang semakin memanas dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk Yayasan Suara Qur’an Indonesia (YSQI). Ketegangan antarnegara, konflik berkepanjangan, serta ketidakstabilan ekonomi dunia dinilai berdampak luas, tidak hanya secara politik, tetapi juga terhadap kemanusiaan dan kehidupan sosial masyarakat global.

Pembina Yayasan Suara Qur’an Indonesia, Ust. Sahlan Rafiqi, menyampaikan bahwa situasi dunia hari ini menjadi pengingat penting bagi umat manusia untuk kembali memperkuat nilai-nilai spiritual, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Geopolitik yang memanas hari ini bukan sekadar persoalan kekuasaan dan kepentingan antarnegara, tetapi juga ujian bagi nilai kemanusiaan. Banyak saudara-saudara kita yang terdampak konflik, kehilangan tempat tinggal, bahkan kehilangan nyawa. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk lebih peduli dan tidak abai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, umat Islam khususnya diajak untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, seraya tetap berkontribusi dalam aksi nyata membantu sesama.
“Kita mungkin tidak berada di wilayah konflik, tetapi kita memiliki kekuatan doa dan kepedulian. Jangan remehkan doa, karena itulah senjata orang beriman. Selain itu, kepedulian dalam bentuk bantuan kemanusiaan juga menjadi bagian dari tanggung jawab kita,” tambahnya.

YSQI juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh suasana. Di era digital saat ini, arus informasi yang cepat kerap kali memicu kesalahpahaman dan memperuncing perbedaan.
“Kita harus bijak dalam menyikapi informasi. Jangan sampai kita ikut menyebarkan kebencian atau memperkeruh keadaan. Justru sebaliknya, kita harus menjadi bagian dari solusi dengan menyebarkan pesan damai dan persatuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, YSQI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk penyaluran bantuan serta program-program dakwah yang menyejukkan di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan.

Menutup pernyataannya, Sahlan Rafiqi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi diri.

“Semoga kondisi dunia saat ini menjadikan kita lebih dekat kepada Allah, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih bersatu dalam kebaikan. Dunia boleh bergejolak, tetapi hati kita harus tetap tenang dalam keimanan,” pungkasnya.