Depok, radarbaru.com — Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FIKES UPNVJ) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mendukung pengembangan strategi integrasi layanan primer melalui penguatan kapasitas kader Posyandu Siklus Hidup di Kota Depok.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, bertempat di Posyandu Apel, Kelurahan Pangkalan Jati, Kota Depok, mengusung tema “Pengembangan Strategi Integrasi Layanan Primer melalui Penguatan Kapasitas Kader Posyandu Siklus Hidup Berbasis Alat Kesehatan Esensial Bidang Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Depok.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Kader memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung pelaksanaan layanan kesehatan di tingkat komunitas.
Tim pengabdian kepada masyarakat FIKES UPNVJ terdiri atas Dr. Putri Permatasari, S.K.M., M.K.M. sebagai ketua, bersama Dr. Fathinah Ranggauni Hardy, S.K.M., M.Epid., Marina Ery Setiawati, S.E., M.M., dan Cahya Arbitera, S.K.M., M.K.M. sebagai anggota tim dosen. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yaitu Aisyah Luna Lampard, Nayla Inez Rachmawati, Fabian Wahyu Aji, dan Faiz Jauhari Vesgio.
Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas kader Posyandu Siklus Hidup dengan pendekatan yang mendukung integrasi layanan primer. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, terutama pada bidang kesehatan ibu dan anak.
Pemanfaatan alat kesehatan esensial menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Pendekatan berbasis alat kesehatan diharapkan dapat mendukung kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu secara lebih optimal sesuai dengan peran dan kapasitasnya.
Kegiatan di Posyandu Apel Kelurahan Pangkalan Jati ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan pelayanan kesehatan primer. Melalui kegiatan pengabdian, pengetahuan dan pengalaman akademik dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan di tingkat komunitas.
FIKES UPNVJ berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan tridarma perguruan tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dan pengembangan integrasi layanan primer di Kota Depok.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kader Posyandu semakin siap menjalankan perannya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.
Selain meningkatkan kapasitas kader, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Pendekatan Posyandu Siklus Hidup memungkinkan pelayanan kesehatan diberikan secara lebih komprehensif dengan memperhatikan kebutuhan kesehatan masyarakat pada berbagai tahapan kehidupan. Dalam konteks kesehatan ibu dan anak, keberadaan kader yang memiliki kapasitas memadai menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan pelayanan di tingkat masyarakat.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Keterlibatan mahasiswa memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat, memahami kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran. Sementara itu, keterlibatan dosen berperan dalam memberikan penguatan berbasis keilmuan sekaligus mendampingi proses pelaksanaan kegiatan di masyarakat.
Ke depan, penguatan kapasitas kader diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan satu kali kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu. Sinergi antara perguruan tinggi, kader, masyarakat, dan pemangku kepentingan di tingkat lokal diperlukan agar inovasi dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal. Dengan demikian, Posyandu dapat semakin berdaya dalam mendukung pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kota Depok.









