Bojonegoro, radarbaru.com – 6 Agustus 2026, Sejumlah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembagunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) Kelompok 27 telah menyelesaikan program kerja utamanya dengan mengenalkan budidaya maggot (Larva lalat BSF) skala rumahan sebagai pengolah limbah organik dan menghibahkan Bank Sampah kepada Masyarakat Desa Pacul. Acara peresmian ini ditandai sebagai berakhirnya pelaksanaan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 27.
Acara ini dihadiri Kepala Desa Pacul yakni Bapak Wagimin beserta jajarannya, Sekertariat Desa Pacul, Ketua PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), dan Masyarakat Desa Pacul khususnya Lansia Tangguh. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Bapak Wagimin sebagai Kepala Desa Pacul, sambutan ini berisikan sejumlah harapan kepada Mahasiswa KKN UPNVJT yang telah melaksanakan pengabdian selama 1 (satu) bulan, harapannya para mahasiswa dapat memberikan manfaat dan edukasi kepada seluruh Masyarakat Desa Pacul perihal metode alternatif pengelolaan sampah menggunakan larva lalat.
Pengelolaan limbah organik di wilayah desa seringkali dilakukan dengan cara dibakar secara cuma-cuma, cara ini berpotensi menimbulkan berbagai pencemaran lingkungan melalui asap yang ditimbulkan dari hasil pembakaran, dengan adanya budidaya maggot di lingkungan Desa Pacul ini dapat memberikan solusi agar mengurangi hingga menghentikan pencemaran lingkungan di Desa Pacul.

Peresmian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita yang diakukan oleh Bapak Wagimin sebagai Kepala Desa Pacul didampingi oleh Vladimir Zaki Attalla sebagai Koordinator Desa Kelompok KKN 27 UPNVJT. Kegiatan ini dimeriahkan dengan antusiasme dari seluruh Perangkat Desa serta Masyarakat Desa Pacul yang sangat menerima edukasi dengan penuh semangat, salah satunya adalah dari pelaksanaan demonstrasi cara budidaya maggot di lingkungan rumah dengan skala yang ramah lingkungan yang diberi nama Maggot Kalcer.
Demonstrasi ini diisi oleh salah satu mahasiswa KKN UPNVJT kelompok 27 yakni Fiya Annafisa Azkan Nabila sebagai pemateri utama. sesi demonstrasi ini memberikan edukasi tentang potensi pengolahan sampah yang juga dapat membuka peluang usaha kepada seluruh Masyarakat Desa Pacul, salah satunya dapat dilihat dari memanfaatkan maggot melalui serangkaian siklus perkembangan maggot dari telur hingga lalat BSF (Black Soldier Fly). Pemateri memberikan visualisasi tempat budidaya yang disebut dengan maggot pod dengan menunjukan berbagai bentuk siklus kepada seluruh partisipan.

Hasil budidaya maggot ini dapat dimanfaatkan menjadi alternatif pakan ternak hingga pupuk kompos, proses ini juga dapat dilakukan dengan memanen maggot dewasa dengan jumlah yang dibutuhkan yang kemudian dikeringkan dengan cara disangrai/gongseng. Proses pengeringan dilakukan dengan memasukkan sejumlah maggot yang sudah dipanen ke wadah yang berisikan pasir panas untuk kemudian dikemas menjadi produk maggot kering.
Maggot kering kemudian ditumbuk halus menjadi “tepung maggot” yang kemudian dicampurkan dengan beberapa bahan seperti dedak halus, tepung tapioka, tepung jagung, dan air secukupnya. Hasil demonstrasi ini juga bertujuan untuk menanggapi program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada Masyarakat Kabupaten Bojonegoro, dengan ini para mahasiswa memberikan solusi pemberian pakan ternak alternatif yang bernilai ekonomis.
Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi dengan seluruh partisipan, diantaranya adalah Ketua PKK dan Sekertaris Desa.
“Budidaya Maggot ini memberikan harapan sekaligus peluang usaha untuk seluruh Masyarakat Desa Pacul karena melihat potensi nya yang cukup signifikan untuk menekan harga pakan ayam yang tergolong mahal, maggot ini bisa dijadikan pengganti namun juga memperhatikan komposisinya”, ujar Sekertaris Desa. Ketua PKK melalui diskusi ini juga memberikan tanggapannya mengenai hasil demonstrasi yang sudah terlaksana, “Menurut saya, ibu-ibu disini bisa mulai menerapkan budidaya ini ya, karena untuk memulai nya juga bisa dibeli di BSMKH (Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan) yang ada di Bojonegoro yang masih mudah untuk dijangkau”.
Peresmian Maggot sebagai Pengolah Limbah Organik dan Kolaborasi Bank Sampah ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi para Mahasiswa KKN 27 UPNVJT serta Partisipan dari Desa Pacul, tidak disangka dengan terlaksananya acara ini, seluruh partisipan Desa Pacul memberikan respon yang sangat positif serta antusiasme yang menghangatkan suasana.
Kegiatan yang telah diselenggarakan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan bersih tanpa pencemaran sekaligus mendorong masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri, kemudian seluruh Masyarakat Desa Pacul juga dapat mengimplementasikan metode ini dengan baik di kehidupan sehari-hari.
Penulis: Pusaka Bintang Sakti, Muhammad Liksiara Arjuna Sakti Pamungkas, Puspa Roumanty Vidianingrum, Sholehatin Kharisma
#KKNSDGs
#KKNUPNVJT
#LITERASIGITAL
#UPNVeteranJawaTimur
#KKNDESAPACUL
#KKN27UPNVJT
#SDGs









