Tangerang, radarbaru.com – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Pamulang berhasil mengembangkan aplikasi pemantauan infrastruktur jaringan bernama Victie Monitoring System sebagai bagian dari kegiatan Kerja Praktik (KP) di Victie Indonesia. Sistem ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam memantau kondisi layanan dan infrastruktur jaringan secara real-time serta mendeteksi downtime secara lebih cepat dan akurat.
Victie Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dengan fokus pada pengembangan platform novel dan cerita digital. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan digital, perusahaan memerlukan sistem monitoring yang mampu mengawasi ketersediaan layanan secara berkelanjutan guna menjaga kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna.
Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan kerja praktik, ditemukan bahwa proses pemantauan layanan masih memerlukan pengecekan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi gangguan layanan atau downtime. Kondisi tersebut dapat berdampak pada operasional sistem dan menurunkan kualitas pengalaman pengguna apabila tidak segera ditangani.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang merancang dan membangun Victie Monitoring System, yaitu aplikasi monitoring berbasis web yang mampu melakukan pemantauan layanan secara otomatis menggunakan pendekatan multi-protokol.
Sistem yang dikembangkan memiliki berbagai fitur yang mendukung proses monitoring infrastruktur, antara lain:
– Dashboard monitoring real-time
– Monitoring HTTP/HTTPS
– Monitoring TCP Port
– Monitoring ICMP (Ping)
– Manajemen target monitoring
– Riwayat monitoring dan statistik uptime
– Manajemen insiden (Incident Management)
– Sistem notifikasi otomatis
– Manajemen tim pengguna
Melalui sistem ini, administrator dapat mengetahui kondisi layanan secara langsung melalui dashboard yang terintegrasi. Selain itu, sistem juga mampu mencatat riwayat monitoring dan menghasilkan informasi insiden ketika terjadi gangguan pada layanan yang dipantau.
Pendekatan multi-protokol yang diterapkan memungkinkan sistem melakukan pengecekan menggunakan beberapa metode monitoring sekaligus sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih akurat dan komprehensif dibandingkan penggunaan satu protokol monitoring saja.
Dalam proses pengembangannya, Victie Monitoring System dibangun menggunakan React dan TypeScript sebagai teknologi frontend, ElysiaJS dan Bun Runtime sebagai backend, SQLite sebagai basis data, serta Material UI untuk mendukung tampilan antarmuka yang modern dan responsif.
Pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan untuk menghasilkan sistem monitoring yang memiliki performa tinggi, mudah digunakan, serta dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan perusahaan di masa mendatang.
Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membantu proses pemantauan infrastruktur menjadi lebih efektif dan terstruktur. Informasi mengenai status layanan, uptime, downtime, dan insiden dapat diperoleh secara real-time melalui satu platform terintegrasi sehingga memudahkan proses pengawasan dan pengambilan keputusan.
“Kegiatan kerja praktik ini memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menyelesaikan permasalahan nyata di dunia industri. Diharapkan sistem yang dikembangkan dapat membantu Victie Indonesia dalam meningkatkan keandalan layanan dan efektivitas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi,” ungkap mahasiswa Universitas Pamulang yang melaksanakan kerja praktik tersebut.
Melalui kegiatan Kerja Praktik ini, Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Pamulang terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan solusi teknologi yang inovatif dan aplikatif. Pengembangan Victie Monitoring System menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan teknologi informasi di lingkungan industri.




