Sukoharjo, radarbaru.com – Sebanyak 30 atlet pencak silat pemula dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon berhasil mengukir prestasi gemilang dalam ajang Open Championship Pencak Silat di Sukoharjo pada Sabtu (25/7/2026). Di bawah binaan dua pelatih, kontingen ini sukses memboyong sejumlah gelar juara sekaligus mengamankan modal penting menuju kompetisi Pekan Olahraga Daerah (Popda) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Keberhasilan merengkuh sederet trofi ini merupakan buah manis dari persiapannya yang matang. Pelatih menggembleng para pesilat muda selama dua bulan penuh sebelum kompetisi dimulai. Untuk mencapai target, porsi latihan ditingkatkan secara signifikan dibandingkan hari biasa.

“Persiapan sudah kita lakukan jauh-jauh hari, hampir dua bulan sebelum hari-H. Dalam seminggu porsi latihan ditambah menjadi 4 sampai 5 kali, bahkan maksimal hingga 6 kali dalam satu sesi sore,” ujar sang pelatih (Pak Bagus) usai mendampingi anak asuhnya bertanding.

Tak hanya mengandalkan fisik, kunci keberhasilan tim terletak pada strategi pendekatan yang disesuaikan dengan karakter tiap atlet. Tim pelatih tidak memaksakan satu gaya bertanding, melainkan mengasah keunggulan spesifik yang dimiliki masing-masing anak, seperti memaksimalkan teknik tendangan depan maupun tendangan sabit.

Mengingat durasi bertanding kategori tanding ( petarung ) tergolong singkat—hanya 1,5 menit per babak—para atlet dituntut untuk memenangkan semua set pertandingan agar bisa mencapai Final, hal ini memicu semangat Tim untuk meraih poin pertandingan.

“Di pencak silat itu tidak hanya pukul dan tendang, tapi harus belajar berpikir. Kalau poin sudah menang harus tahu cara bertahan, kalau tertinggal harus cepat mengejar karena waktunya singkat. Yang paling penting mentalnya: harus berani dulu di arena. Kalau sudah takut duluan, berarti kalah sebelum bertanding,” tegas Pak Bagus.

Perjalanan meraih trofi kemenangan bukan tanpa kendala. Tim pembina harus bekerja ekstra keras akibat terbatasnya sumber daya manusia (SDM). Meskipun demikian, keikutsertaan dalam ajang terbuka ini dinilai sangat krusial. Selain untuk menambah jam terbang dan membentuk mental juang, kompetisi ini bertujuan mematangkan kesiapan para pesilat pemula MIM Digdaya Bolon sebelum diterjunkan ke ajang resmi berjenjang tingkat daerah hingga nasional.

“Sebagai mantan atlet, harapan saya bisa menularkan ilmu dan pengalaman kepada anak-anak. Target kita tidak hanya berhenti di sini, tapi sebisa mungkin membawa mereka berprestasi hingga ke tingkat Popda, O2SN, dan nasional,” tutup Pak Bagus (Pelatih) dengan optimis.