Jakarta, radarbaru.com — Dalam rangka memperingati 100 tahun Kolese Kanisius, berbagai kegiatan diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan satu abad tersebut. Salah satunya adalah konser amal bertajuk Charity Concert: Children of Hope yang digelar pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 21.30 WIB ini juga menjadi momentum penggalangan dana untuk kegiatan sosial, khususnya pembangunan rumah misi di Palangkaraya.
Konser amal tersebut menyuguhkan beragam agenda, mulai dari pertunjukan musik hingga apresiasi karya seni. Salah satu sesi yang mencuri perhatian para tamu undangan adalah lelang karya seni, yang tak hanya menjadi ajang pengumpulan donasi, tetapi juga ruang untuk mengapresiasi karya bernilai spiritual dan sosial.
Dalam sesi lelang, dua lukisan karya Romo Aluisius Dian Permana, SJ, atau yang akrab disapa Romo Ale, dipresentasikan kepada para hadirin. Karya pertama menampilkan wajah Yesus yang dirangkai sepenuhnya dari potongan kain perca batik. Sentuhan budaya lokal dalam medium tersebut menghadirkan nuansa religius yang kuat sekaligus artistik.
Sementara itu, lukisan kedua menggambarkan wajah Bunda Maria yang dibuat dari kombinasi kain perca batik dan limbah plastik. Melalui karya ini, Romo Ale memadukan pesan spiritual dengan kepedulian terhadap isu lingkungan, menjadikan seni sebagai medium refleksi iman dan keberlanjutan. Kedua lukisan tersebut merepresentasikan perpaduan nilai keagamaan, budaya, dan tanggung jawab sosial.

Dua karya tersebut akhirnya terjual dengan total nilai lelang mencapai Rp50 juta. Penawaran tertinggi datang dari Alexander Ery Wibowo, Direktur Bayan Resources, yang menunjukkan dukungan sektor dunia usaha terhadap inisiatif seni dan kegiatan kemanusiaan.
Panitia Charity Concert: Children of Hope menyampaikan bahwa hasil lelang lukisan, bersama donasi lain yang terkumpul selama acara, akan dialokasikan untuk pembangunan rumah misi di Palangkaraya.
Secara keseluruhan, konser amal ini bukan sekadar perayaan satu abad Kolese Kanisius, melainkan juga simbol kolaborasi antara seni, solidaritas, dan kepedulian lintas kalangan. Melalui rangkaian kegiatan yang dihadirkan, Children of Hope diharapkan mampu memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menegaskan peran seni sebagai penggerak harapan dan perubahan sosial. (dina)




