Bekasi, radarbaaru.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) melaksanakan Program LENTERA (Lansia Berdaya, Rumah Terencana) di Sekolah Lansia Sejahtera Jatisampurna, Kota Bekasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman lansia mengenai konsep hunian ramah lansia serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sederhana untuk adaptasi rumah yang aman dan nyaman bagi lanjut usia.

Program yang dipimpin oleh Ervina Yuliyanti, S.T., M.T., bersama anggota tim Asri Winita, S.T., M.T., ini diikuti oleh 51 peserta lansia yang tergabung dalam Sekolah Lansia Sejahtera Jatisampurna. Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi, diskusi interaktif, simulasi, dan pendampingan penyusunan RAB sederhana.

Ketua tim pelaksana, Ervina Yuliyanti, menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia perlu diimbangi dengan penyediaan lingkungan hunian yang aman dan mendukung kemandirian lansia.

“Rumah merupakan tempat yang paling sering digunakan lansia untuk beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi lansia dan keluarga memahami bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan mampu mengurangi risiko kecelakaan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar hunian ramah lansia, identifikasi area rumah yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, serta berbagai bentuk adaptasi hunian sederhana yang dapat diterapkan sesuai kondisi rumah masing-masing.

Beberapa solusi yang diperkenalkan antara lain pemasangan grab bar pada kamar mandi dan tangga, penggunaan alas anti-slip pada area licin, peningkatan kualitas pencahayaan, penataan furnitur yang lebih aman, serta pengurangan hambatan fisik pada jalur sirkulasi rumah.

Selain edukasi mengenai keselamatan hunian, tim PkM juga memberikan pelatihan penyusunan RAB sederhana. Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan pada cara mengidentifikasi kebutuhan adaptasi rumah, memperkirakan kebutuhan material, menghitung komponen biaya, serta menyusun prioritas pelaksanaan adaptasi secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi keluarga.

Asri Winita menambahkan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mengubah persepsi masyarakat bahwa adaptasi rumah ramah lansia selalu membutuhkan biaya besar.

“Kami ingin menunjukkan bahwa banyak penyesuaian rumah yang dapat dilakukan secara bertahap dan terencana. Dengan memahami penyusunan RAB sederhana, keluarga dapat menentukan prioritas kebutuhan dan menyesuaikannya dengan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi mengenai kondisi rumah masing-masing serta berbagi pengalaman terkait risiko keselamatan yang sering dihadapi lansia, seperti lantai licin, tangga tanpa pegangan, dan pencahayaan yang kurang memadai.

Hasil observasi tim menunjukkan bahwa peserta memiliki ketertarikan tinggi terhadap materi adaptasi hunian dan penyusunan RAB sederhana. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman guna mendukung aktivitas sehari-hari dan meningkatkan kualitas hidup lansia.

Melalui Program LENTERA, Universitas Dian Nusantara berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang ramah lansia. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong penerapan adaptasi hunian yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kemandirian lansia di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Universitas Dian Nusantara dengan Sekolah Lansia Sejahtera Jatisampurna Kota Bekasi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia.