Penulis: Sofandi*
Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang, Program Studi Ilmu Pemerintahan kembali melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten pada tanggal 27 Oktober 2025. Pelaksanaan program ini dipimpin oleh ketua tim, Sofandi, dengan empat anggota lainnya, yaitu Aditya Candra A., M. Ravi Setya S., Siti Patimah Aulia A., dan Hani Sulistini, serta dibimbing langsung oleh dosen pembimbing PKM, Bapak Yusa’ Farchan, S.Sos., M.Si. dan Ibu Agisthia Lestari, S.Sos., M.Sos.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, yaitu sekitar 264 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar ini berdampak langsung pada peningkatan volume sampah. Di Kabupaten Serang, Dinas Lingkungan Hidup mencatat bahwa TPA menerima sekitar 1191 ton sampah per hari, yang menunjukkan beratnya beban pengelolaan sampah serta meningkatnya tekanan terhadap fasilitas TPA. Perkembangan industri dan teknologi turut memperbesar volume dan jenis sampah, sehingga pengelolaan limbah menjadi semakin kompleks. Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008, pengelolaan sampah harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan. Namun, tantangan seperti meningkatnya jumlah sampah, minimnya pelayanan pengelolaan, keterbatasan TPA, lemahnya kelembagaan, serta rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi persoalan utama.
Rendahnya literasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah menjadi masalah yang cukup serius. Sebagian besar warga masih membuang atau membakar sampah tanpa pengolahan, padahal sebagian besar material tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk nilai ekonomi maupun lingkungan. Menjawab kondisi tersebut, tim PKM UNPAM melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Pemanfaatan Sampah Organik dan Anorganik sebagai Peningkatan Kreativitas Masyarakat” di Desa Dahu sebagai upaya membangun paradigma baru masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang lebih bijak.
Tujuan kegiatan ini adalah:
- Memberikan wawasan tambahan mengenai permasalahan sampah.
- Memberikan penyuluhan tentang paradigma baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Tim PKM bersama dosen pembimbing terlebih dahulu melakukan observasi di daerah kabupaten serang, lalu melaksanakan penyuluhan mengenai tata cara pengelolaan sampah melalui seminar langsung kepada warga. Kegiatan ini memberikan sejumlah hasil positif, seperti meningkatnya kesadaran warga dalam memisahkan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, pengolahan sampah anorganik kering melalui daur ulang, pemilahan sampah berbahaya, serta kebiasaan baru warga yang mulai membuang sampah ke TPA terdekat dan tidak lagi membakarnya.

Masyarakat juga memperoleh pemahaman baru mengenai definisi, jenis, serta metode pengelolaan sampah, dan menyadari bahaya pembakaran sampah bagi kesehatan serta lingkungan. Sebagai tindak lanjut, tim menyarankan kerja sama dengan jasa pengangkut sampah keliling agar pengelolaan dapat berjalan secara lebih tertib dan berkelanjutan.
Permasalahan sampah di Desa Dahu tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah, tetapi juga berakar pada budaya yang belum terbiasa melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga. Warga juga mengeluhkan belum adanya TPA terdekat di wilayah tersebut, sehingga mereka berharap pemerintah dapat merespons kebutuhan ini dengan menyediakan tempat pembuangan akhir yang memadai.
Saat ini, sebagian besar sampah masih bercampur antara organik dan anorganik, lalu langsung dibuang ke lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan sampah, bau tidak sedap, meningkatnya risiko penyakit, serta pencemaran lingkungan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa isu sampah di desa bukan hanya persoalan kurangnya fasilitas, tetapi juga rendahnya kesadaran dan literasi masyarakat terkait pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Padahal, jika dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai guna yang tinggi. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung kegiatan bercocok tanam. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan kertas memiliki potensi menjadi bahan kerajinan atau produk kreatif bernilai ekonomi. Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, antara lain karena kurangnya pengetahuan, belum tersedianya pendampingan berkelanjutan, serta minimnya kegiatan edukasi struktural mengenai pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan PKM ini, tim berupaya memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya pemilahan sampah sekaligus memperkenalkan praktik sederhana dalam mengolah sampah organik dan anorganik. Program ini bertujuan tidak hanya mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi lebih kreatif dan produktif dalam memanfaatkan material bekas. Kegiatan ini disusun berdasarkan kebutuhan lingkungan setempat dan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kreativitas sekaligus memberdayakan ekonomi warga.
Lebih dari itu, PKM ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, masyarakat diharapkan dapat menerapkan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek terhadap permasalahan sampah, tetapi juga fondasi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Dahu.
Warga kini memiliki paradigma baru mengenai tata cara pengelolaan sampah yang benar, seperti memisahkan sampah berdasarkan jenisnya serta mengurangi penggunaan kemasan yang sulit diurai oleh proses alam. Mereka memperoleh pemahaman baru mengenai pengertian sampah, jenis-jenisnya, dan cara pengelolaannya. Terdapat dua jenis sampah rumah tangga, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Selain itu, masyarakat juga memahami bahwa sampah tidak boleh dibakar sembarangan karena dapat menimbulkan polusi udara. Sebagai solusi, penyaji menyarankan agar warga menggunakan layanan pengangkut sampah keliling agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik.
Kegiatan PKM mahasiswa Universitas Pamulang yang dilaksanakan di wilayah tersebut mendapat banyak dukungan dari pihak RT setempat, baik dari segi tempat, sarana-prasarana, maupun antusiasme warga yang sangat baik dalam mengikuti kegiatan. Diharapkan melalui kegiatan ini, pengetahuan warga mengenai sampah semakin meningkat dan mampu memberikan motivasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.
***
*) Penulis adalah Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, Universitas Pamulang Serang.
**) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi radarbaru.com




