Shenzhen, radarbaru.com — James Karnadi, salah satu perwakilan muda Indonesia, mendapat standing ovation dalam Seminar on APEC Technologies Empower Low Carbon Action (TELCA) 2026 di Longhua International Cooperation Center, Shenzhen, Tiongkok.
Momen tersebut terjadi setelah James menyampaikan pandangannya mengenai akses teknologi rendah karbon dan pentingnya melibatkan generasi muda dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Dalam forum itu, ia menyoroti bahwa kemajuan teknologi belum selalu diikuti oleh akses yang merata. Negara berkembang masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pembiayaan dan kesiapan infrastruktur hingga kemampuan menerapkan teknologi sesuai kebutuhan domestik.
James menilai kerja sama di kawasan Asia-Pasifik perlu diarahkan pada solusi yang lebih praktis. Tidak hanya mendorong lahirnya inovasi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut terjangkau, dapat digunakan, dan memberi manfaat bagi lebih banyak negara.
Ia turut menekankan pentingnya membuka ruang bagi generasi muda dalam pembahasan kebijakan. Anak muda, menurutnya, tidak hanya akan menerima dampak keputusan hari ini, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan pola kemitraan baru.
Pandangan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta forum. Pada akhir penyampaiannya, sejumlah delegasi berdiri dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
James menyebut respons itu sebagai apresiasi terhadap perspektif Indonesia mengenai pemerataan akses teknologi dan keterlibatan generasi muda, bukan sebagai pencapaian pribadi.
APEC TELCA 2026 diikuti lebih dari 40 peserta dari 18 ekonomi anggota APEC. Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, peneliti, organisasi internasional, dan pelaku usaha untuk membahas peta jalan teknologi rendah karbon, aksesibilitas, serta kemitraan lintas sektor.








