Kebanyakan menu koktail hanya berisi daftar minuman. Namun, di Pinstripe Bar, cocktail bar di Ubud bergaya speakeasy yang berdiri di tengah hamparan sawah, menu justru menuturkan kisah hidup satu tokoh dalam dua babak. Menu itu bernama The Clairvoyant, dan sosok di baliknya adalah Miguel Covarrubias, seniman Meksiko yang perjalanannya membentang dari gemerlap New York pada tahun 1920-an hingga ketenangan Bali pada tahun 1930-an. Memahami kisahnya membuat setiap gelas yang tiba di meja terasa berbeda.
Siapa Miguel Covarrubias?
Sebelum membuka menunya, ada baiknya mengenal tokoh yang menjadi benang merahnya. Miguel Covarrubias adalah pelukis dan karikaturis Meksiko yang dianggap sebagai salah satu seniman penting pada paruh pertama abad ke-20. Kemampuannya membaca perubahan budaya dan menangkap karakter seseorang melalui karya-karyanya membuatnya dikenal dengan julukan “The Clairvoyant”. Julukan itulah yang menjadi nama menu koktail signature Pinstripe Bar, sekaligus nama salah satu koktail di dalamnya. Keduanya sama-sama merujuk langsung pada sang seniman.
Dua Babak dalam Satu Menu
Dari sosoknya, kita beralih ke cara menyusun menu ini. The Clairvoyant terbagi dalam dua babak yang mengikuti dua periode terpenting dalam hidup Covarrubias, dan setiap koktail di dalamnya diracik untuk menghormati satu tokoh dari masa itu.
Harlem Renaissance 1920-an
Babak pertama merayakan masa Covarrubias di New York, ketika jazz memenuhi udara dan kreativitas mengalir sederas minuman rahasia era Prohibisi. Ada Scarface yang terinspirasi oleh Al Capone, The Tramp untuk Charlie Chaplin, dan The Sweetheart untuk Mary Pickford, salah satu ikon perfilman Hollywood pada masanya. Setiap racikan memadukan minuman beralkohol premium dengan sentuhan rasa yang berani, seperti zaman yang menginspirasinya.
Bali Sojourn 1930-an
Babak kedua berpindah ke Bali, tempat Covarrubias menemukan inspirasi baru dari budaya pulau ini. Di sini ada The Dancer untuk penari Rosa Rolanda, The Composer untuk komponis Colin McPhee, dan The Primitivist untuk pelukis Walter Spies. Bahan-bahan lokal seperti pandan, serai, dan nangka memainkan peran utama, sehingga babak ini terasa paling dekat dengan tanah tempat bar ini berdiri.
A Clairvoyant Cocktail, Satu Gelas di Dalam Menu
Di antara semua tokoh itu, satu koktail dipersembahkan untuk sang seniman. A Clairvoyant adalah salah satu koktail dalam babak Harlem Renaissance, diracik dari Koch Elemental Mezcal, fino sherry, bit, paprika, selai kacang, dan semangka. Kombinasi yang terdengar mustahil itu justru menjadi inti. Seperti Covarrubias yang mampu melihat ke balik permukaan, koktail ini menyimpan lapisan rasa yang baru terungkap jika kamu memberinya waktu. Karakter smoky dari mezcal berpadu dengan manis gurih selai kacang serta kesegaran semangka dalam keseimbangan yang mengejutkan.
Cara Menikmati The Clairvoyant Menu
Kisah selengkap ini paling nikmat dijelajahi tanpa terburu-buru. Datanglah tanpa rencana, mulai dari babak yang menarik perhatian kamu, dan tanyakan kisah di balik setiap racikan kepada tim bar, karena setiap gelas memang punya ceritanya sendiri. Pada Jumat dan Sabtu malam, musik live menambah lapisan suasana yang membuat pengalaman di cocktail bar Ubud ini semakin hidup. Jelajahi menunya secara bertahap, satu tokoh demi satu tokoh, seperti membaca biografi yang bisa diminum.
Reservasi Malam Kamu di Pinstripe Bar
The Clairvoyant menjadi salah satu alasan mengapa Pinstripe Bar layak masuk ke dalam daftar tujuan malammu di Ubud. Pinstripe Bar buka setiap hari pukul 16.00 hingga 23.30, dengan teras menghadap sawah dan Lembah Maha Raja sebagai latar belakang pembuka malam. Reservasi meja kamu dan pesan gelas pertama dari babak mana pun, lalu biarkan kisah Covarrubias menemani malam kamu di speakeasy Ubud ini.









