Bojonegoro, radarbaru.com – Sejumlah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Kelompok 27 Desa Pacul berkunjung ke UMKM Pleret Mak Ton yang memproduksi pleret di Desa Pacul. Di tengah ramainya kuliner modern, jajanan tradisional sudah mulai sulit ditemukan.

Salah satunya adalah pleret, makanan tradisional khas Bojonegoro yang memiliki bentuk menyerupai bunga dengan bahan dasar tepung beras dengan tekstur yang kenyal serta memiliki cita rasa manis dan gurih dengan taburan kelapa parut diatasnya.

Pleret dibuat dengan menekan adonan yang sudah kalis di atas plepah pisang. Pleret Mak Ton merupakan salah satu pelaku usaha di Desa Pacul yang masih melestarikan pleret hingga kini. Berdasarkan hasil wawancara, awal mula usaha Pleret Mak Ton hanya membuat pleret untuk disajikan pada acara tahlilan saja, namun seiring dengan maraknya promosi melalui platform media sosial produk pleret semakin dikenal luas dan sempat menjadi viral sehingga permintaan konsumen terus meningkat setiap harinya.

Seiring berkembangnya usaha Pleret Mak Ton, usaha ini mulai menghadirkan berbagai jajanan tradisional lainnya. Terdapat 10 jenis diantaranya pleret, gethuk lindri, congkong, lupis, lemet, moto kebo, klepon, sredek, dan cenil. Beragamnya jenis jajanan tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin menikmati aneka jajanan dalam satu tempat saja.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, usaha ini memilik 4 karyawan tetap dan 3 karyawan tidak tetap yang dilibatkan ketika jumlah pesanan meningkat, terutama pada momen-momen tertentu seperti acara keluarga atau pesanan dalam jumlah besar. Tidak hanya membuat makanan tradisional yang nikmat, tetapi juga usaha Pleret Mak Ton ini membuat lapangan kerja baru untuk lingkungan sekitar.

Pemilik usaha Pleret Mak Ton ini berharap Desa Pacul dapat dikenal sebagai ikon jajanan tradisional pleret di Kabupaten Bojonegoro. Harapan lainnya adalah semakin banyak Masyarakat yang tertarik untuk mengembangkan usaha serupa sehingga tumbuh menjadi home industry, sehingga dapat meningkatkan perekonomian sekitar. Melalui kegiatan ini mahasiswa KKN berharap potensi kuliner tradisional Desa Pacul dapat semakin dikenal oleh Masyarakat luas serta menjadi salah satu cara dalam mendukung pelestarian kuliner dan membantu perekonomian di Desa Pacul.