Radar Baru, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta menggelar aksi berbagi bunga kepada civitas akademika sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan di lingkungan kampus. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran dekanat, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Aksi tebar bunga ini tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga refleksi atas nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini yang hingga kini masih relevan. Di tengah dinamika kehidupan akademik, isu kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan masih menjadi tantangan yang perlu terus diperjuangkan secara kolektif. Melalui kegiatan ini, DEMA FDIKOM ingin menghadirkan ruang yang lebih hangat, inklusif, dan penuh penghargaan terhadap peran perempuan dalam dunia pendidikan.
Ketua Umum DEMA FDIKOM UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, dalam keterangannya menyampaikan, “Hari Kartini bukan hanya tentang seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan sejauh mana kita menghargai dan melindungi perempuan di lingkungan kampus. Aksi sederhana ini adalah simbol bahwa perjuangan Kartini harus terus hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar peringatan tahunan.”
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika tanpa terkecuali. “Kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan benar-benar hadir dalam kehidupan akademik. Perempuan harus mendapatkan ruang yang setara dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DEMA FDIKOM, Kayfin Fathoni, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen kampus dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Ia menyatakan, “Momentum Hari Kartini harus dimaknai sebagai ajakan bersama untuk lebih peduli terhadap isu perempuan. Kita tidak bisa hanya diam, tetapi perlu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, aman, dan saling menghargai.”
Ia juga menambahkan bahwa aksi berbagi bunga ini diharapkan dapat menumbuhkan empati dan kesadaran kolektif. “Bunga yang kami bagikan bukan sekadar simbol, tetapi pesan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga martabat dan hak-hak perempuan di ruang akademik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DEMA FDIKOM UIN Jakarta berharap semangat perjuangan Kartini dapat terus menginspirasi seluruh civitas akademika untuk membangun lingkungan kampus yang lebih adil, setara, dan berkeadaban. Semarak Hari Kartini tidak hanya dirayakan dalam bentuk simbolik, tetapi juga diwujudkan dalam komitmen nyata untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kesetaraan secara berkelanjutan.




