Radar Baru, Ciputat — Mahasiswa asal Purwakarta, Dika Saputra, resmi dilantik sebagai Presiden Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masa bakti 2026. Pelantikan tersebut berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Teater Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Momentum ini menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan baru di lingkungan organisasi mahasiswa, khususnya di Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam.

Kegiatan pelantikan ini merupakan bagian dari agenda resmi pelantikan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang melibatkan berbagai lembaga kemahasiswaan, mulai dari Senat Mahasiswa Fakultas, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Muhtadi, M.Si., yang memberikan arahan serta pesan kepada para pengurus yang baru dilantik agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat kolaborasi.

Prosesi pelantikan berlangsung secara khidmat, diawali dengan pembukaan oleh MC serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk doa dan harapan agar kepengurusan yang baru mendapatkan keberkahan dalam menjalankan amanah organisasi. Selanjutnya dilaksanakan serah terima jabatan dari pengurus sebelumnya kepada pengurus baru sebagai simbol berlanjutnya estafet kepemimpinan mahasiswa di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum HMPS Pengembangan Masyarakat Islam yang baru dilantik, Dika Saputra menegaskan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang kuat di kalangan mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus berani belajar memimpin serta mampu memahami realitas sosial yang ada di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan. Dalam kesempatan tersebut, Dika mengutip pepatah Belanda, “Leiden is Lijden,” yang berarti memimpin adalah menderita. Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi berbagai tantangan, serta hadir langsung dalam menyelesaikan persoalan yang ada di akar rumput atau grassroots.

Lebih lanjut, Dika Saputra menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan organisasi dengan proses pemantauan di lapangan. Ia menilai bahwa setiap kebijakan yang diambil harus selalu dievaluasi dan dimonitor agar dapat memberikan dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus banyak belajar memimpin. Memimpin bukan hanya tentang membuat keputusan, tetapi juga tentang keberanian untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan, memahami permasalahan, serta memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat,” ungkap Dika dalam sambutannya.

Pelantikan ini sekaligus menjadi awal perjalanan kepemimpinan Dika Saputra dalam membawa HMPS Pengembangan Masyarakat Islam menuju organisasi yang lebih aktif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Dengan latar belakangnya sebagai putra daerah asal Purwakarta, Dika diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, kolaboratif, serta berorientasi pada penguatan peran mahasiswa dalam pengembangan masyarakat.

Acara pelantikan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar seluruh pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.