Social mentions adalah setiap kali sebuah brand, produk, atau layanan disebutkan dalam percakapan online. Bentuknya bisa berupa tag langsung (@mention), hashtag, atau penyebutan tanpa tag. Dalam dunia digital saat ini, social mentions menjadi salah satu indikator penting untuk memahami bagaimana audiens melihat bisnis Anda.

Di Indonesia, dengan lebih dari 220 juta pengguna media sosial aktif (We Are Social 2025), peran social mentions tidak bisa diremehkan. Bisnis dari skala UMKM hingga korporasi besar perlu memantau dan memahami percakapan ini agar bisa mengelola citra, membangun loyalitas, serta meningkatkan penjualan.

Jenis-Jenis Social Mentions

Social mentions dapat dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • Positif – review bagus, rekomendasi teman, atau apresiasi.
  • Netral – sekadar diskusi atau perbandingan brand.
  • Negatif – keluhan pelanggan, kritik, atau pengalaman buruk.

Setiap jenis social mentions memiliki peran penting dalam strategi pemasaran digital. Mereka memberikan wawasan tentang sentimen audiens dan membantu merek menyesuaikan komunikasi mereka.

Manfaat Social Mentions untuk Brand

Social mentions memiliki banyak manfaat bagi bisnis, antara lain:

  • Meningkatkan Visibilitas Online – Setiap mention berpotensi menjangkau audiens baru. Misalnya, review positif pelanggan di Twitter bisa tersebar ke ribuan pengguna lain melalui retweet.
  • Menciptakan Social Proof – Konsumen Indonesia dikenal sangat percaya pada rekomendasi teman atau komunitas. Social mentions bertindak sebagai “bukti sosial” yang memperkuat kredibilitas brand.
  • Memahami Sentimen Audiens – Dengan memantau mention, brand dapat mengetahui apakah publik lebih banyak memberikan sentimen positif, netral, atau negatif.
  • Promosi Organik Tanpa Biaya Iklan – Social mentions adalah bentuk word of mouth digital. Brand bisa mendapatkan eksposur tanpa harus mengeluarkan banyak biaya iklan.
  • Mempengaruhi Keputusan Pembelian – Riset Nielsen menunjukkan bahwa 92% konsumen lebih percaya rekomendasi dari orang lain dibanding iklan langsung. Artinya, percakapan kecil tentang brand Anda bisa berdampak besar pada konversi.

Studi Kasus Social Mentions di Indonesia

Beberapa contoh viral campaign di Indonesia menunjukkan betapa kuatnya social mentions dalam membangun brand awareness:

  • Shopee 12.12 Big Sale – Shopee menggandeng Blackpink sebagai brand ambassador. Hasilnya, ribuan mention dengan hashtag #ShopeeBlackpink trending di Twitter, meningkatkan awareness sekaligus traffic aplikasi.
  • Indomie Goreng Challenge di TikTok – Konten kreator ramai membuat tantangan kreatif dengan Indomie, menghasilkan ribuan mention organik. Efeknya, Indomie semakin mengukuhkan posisinya sebagai brand mie instan paling populer.
  • Gojek #PastiAdaJalan – Tagar ini dipakai ribuan pengguna untuk berbagi pengalaman positif. Social mentions membantu Gojek memperkuat citra sebagai brand yang dekat dengan masyarakat.

Cara Melacak dan Mengukur Social Mentions

Agar social mentions bisa dimanfaatkan secara maksimal, brand perlu menggunakan strategi monitoring. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Gunakan alat analisis media sosial seperti Hootsuite, Brandwatch, atau Mention untuk memantau semua percakapan yang menyebutkan brand Anda.
  • Tetapkan kata kunci atau hashtag yang relevan dengan bisnis Anda.
  • Analisis data secara berkala untuk mengetahui tren dan perubahan sentimen.
  • Respons terhadap mention negatif dengan cepat dan profesional untuk menjaga reputasi brand.