Radar Baru, Situbondo — Lahan berbatu paras yang keras biasanya dianggap sulit ditanami. Namun di tangan anak muda Situbondo, lahan tersebut justru disulap menjadi kebun hidroponik pakcoy yang produktif dan menghasilkan cuan.

Adalah Hafid, petani muda yang mengembangkan usaha hidroponik pakcoy di Kelurahan Kotakan, Situbondo. Dengan memanfaatkan sistem hidroponik, lahan berbatu yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini berubah menjadi kebun sayur yang hijau dan produktif.

Melalui instalasi pipa hidroponik dengan aliran nutrisi yang terkontrol, tanaman pakcoy dapat tumbuh dengan baik meski tanpa media tanah. Selain pakcoy, Hafid juga juga mengembangkan kebun srikaya di area yang sama sebagai tambahan potensi usaha pertanian.

“Awalnya banyak yang ragu karena lahannya berbatu. Tapi justru itu jadi tantangan. Dengan hidroponik kita tidak terlalu bergantung pada kondisi tanah,” ujar Hafid.

Inovasi ini mendapat dukungan dari komunitas Petani Milenial Situbondo. Ketua Petani Milenial Situbondo Mas Miski, menyebut langkah Hafid sebagai contoh nyata inovasi pertanian anak muda.

“Ini bukti bahwa anak muda bisa menghadirkan cara baru di dunia pertanian. Lahan yang dianggap tidak potensial pun bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan kreativitas dan teknologi,” kata Miski.

Sementara itu, Mbak Veris, yang juga bagian dari Petani Milenial Situbondo, menilai inovasi seperti ini penting untuk menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki banyak peluang bagi generasi muda.

“Pertanian hari ini tidak lagi identik dengan pekerjaan yang berat dan konvensional. Dengan inovasi seperti hidroponik yang dilakukan Mas Hafid, anak muda bisa melihat bahwa bertani juga bisa modern, kreatif, dan tentu saja menghasilkan,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani mencoba inovasi serupa dan memanfaatkan potensi lahan yang ada di daerahnya.