Radar Baru, Jakarta – Nida Ghaida F., yang dikenal dengan nama Needa menceritakan aktifitas terbarunya yang sedang meng-upgrade perusahaan musiknya jadi ruang belajar dan kolaborasi. Penjelasan ini dikemukakan langsung di acara Lokakarya Seni Botani yang diadakan di Korean Cultural Center Indonesia, Jakarta. Needa merupakan mahasiswa berprestasi lulusan S2 Pendidikan Seni dari Universitas Pendidikan Indonesia. Perjalanan kariernya dimulai dari dunia panggung sebagai penyanyi dan penulis lagu, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi sosok di balik layar industri musik Indonesia.
Pada tahun 2018, Needa mendirikan perusahaan manajemen artis bernama STB Entertainment, yang kemudian berkembang dengan peluncuran label musik bernama NOVA369 Labels pada tahun 2024 bersama beberapa founder lainnya yang merupakan sejumlah profesional industri ternama. Seiring waktu, perannya pun semakin luas, mulai dari konseptor music video, creative director, fashion stylist, hingga designer dalam berbagai proyek kreatif di perusahannya sendiri. Salah satu proyek keberhasilannya yang mencakup banyak profesi diatas waktu mengerjakan StarBe (Indonesian Girl Group) & GALAXY (Indonesian Boy Group) yang ia bentuk sendiri dari 0 sampai karyanya besar, hingga pernah diundang untuk perform di YouTube Fanfest se-Asia Pasifik & Kementerian Korea Selatan di tahun 2023 untuk program debut & “Culture Exchange”.
Memasuki tahun 2026, Needa memperluas kiprahnya dengan mendalami peran sebagai artist-scientist, menggabungkan praktik karya seni dengan penelitian akademik. Langkah ini sejalan dengan visinya untuk meng-upgrade industri musik tidak hanya sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai ekosistem pembelajaran dan pengembangan ilmu. Hal itu pertama kali ia praktikkan sendiri sejak pembuatan karya ilmiah skripsi juga tesisnya yang melibatkan STB Entertainment & NOVA369 Labels beserta penelitian semua karyanya.
Lalu kini transformasinya diperkuat melalui perannya bersama seluruh jajaran Indonesia Creative Cities Network, di mana Needa diberi amanah menjadi Wakil Sekretaris Koordinator Daerah Jawa Barat. ICCN sendiri merupakan mitra strategis Kementerian Indonesia serta turut terlibat aktif bersama organisasi Internasional seperti UNESCO dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Melalui kolaborasi tersebut, Needa berkomitmen mengarahkan STB Entertainment dan NOVA369 Labels menjadi pusat pembelajaran ekonomi kreatif bagi generasi muda. Salah satu langkah konkret yang telah dijalankan adalah membuka program magang bagi mahasiswa dari berbagai Universitas, serta memberikan akses terbuka terhadap karya musik, musik video & performa untuk dijadikan bahan penelitian akademik, mulai dari skripsi, tesis hingga disertasi.
Sejak 2023, program ini telah melibatkan lebih dari tiga kampus dan tujuh mahasiswa, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga kampus & mahasiswa di Korea Selatan yang pernah ikut melakukan penelitian karya ilmiahnya. Inisiatif ini dinilai sebagai terobosan dalam menjembatani dunia industri dan akademik, khususnya di bidang seni.
Saat ini, sejumlah artis yang masih eksis berada di bawah naungan STB Entertainment seperti GALAXY (Indonesian Boy Group) dan LOOLO Band, serta musisi dari NOVA369 Labels seperti Bertrand Tio, Kenny Lukman, Regina Phoenix, 3Hz Band dan KID:00, mereka kerap memproduksi beberapa karya yang mengusung identitas Indonesia. Elemen tradisional dihadirkan melalui aransemen musik, kostum, hingga koreografi yang kemudian dikemas dengan warna modern.
Needa menegaskan bahwa sejak awal, “benang merah” dari seluruh karya perusahaannya adalah eksplorasi dan kolaborasi budaya tradisional Indonesia dalam format yang relevan secara global. Ke depan, ia membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan musisi dan seniman, baik dari dalam maupun luar negeri, guna mendorong pertukaran ilmu dan nilai budaya lintas negara.
Dengan pendekatan yang menggabungkan industri, pendidikan dan riset, Needa berhasil menarik banyak perhatian baru dari masyarakat untuk menempatkan dirinya sebagai salah satu figur muda yang mampu mendorong evolusi baru dalam ekosistem musik dan ekonomi kreatif Indonesia.




