Bali, radarbaru.com — MSM Parking Group melalui PT MSM Tiga Matra Satria mengumumkan rencana strategis untuk mulai mengelola sistem parkir di Pelabuhan Gilimanuk, salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, pada tahun 2026. Pengelolaan ini akan dilakukan bersama Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan (Dishub), para stakeholder terkait, serta Bank Daerah Bali, dengan fokus utama pada digitalisasi sistem parkir pelabuhan.

Pelabuhan Gilimanuk merupakan simpul vital penghubung Pulau Bali dan Pulau Jawa, dengan arus kendaraan dan penumpang yang sangat tinggi setiap harinya. Tingginya intensitas lalu lintas tersebut menuntut sistem parkir yang cepat, transparan, aman, dan terintegrasi secara digital.

Sistem Parkir Digital untuk Kawasan Strategis Nasional

Dalam rencana pengelolaan ini, MSM Parking akan menerapkan sistem parkir digital (cashless & automated parking) yang dirancang khusus untuk kebutuhan pelabuhan. Sistem tersebut mencakup penggunaan pembayaran non-tunai, pengendalian akses otomatis, serta pencatatan data kendaraan secara terintegrasi untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas.

“Pelabuhan Gilimanuk adalah etalase transportasi nasional. Karena itu, sistem parkirnya tidak bisa lagi dikelola secara konvensional. Kami menyiapkan konsep parkir digital pelabuhan yang mengutamakan kecepatan layanan, keselamatan, dan keterlacakan data,” ungkap Yopi Prima Agustian, Plt. Direktur Operasional PT MSM Tiga Matra Satria.

Kolaborasi Pemda, Dishub, dan Bank Daerah Bali

Rencana ini tidak berdiri sendiri. MSM Parking menegaskan bahwa pengelolaan parkir Pelabuhan Gilimanuk akan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan Pemda setempat, Dishub, pengelola pelabuhan, serta Bank Daerah Bali sebagai mitra strategis dalam ekosistem pembayaran dan layanan keuangan daerah.

Pelabuhan Gilimanuk, salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, pada tahun 2026
Pelabuhan Gilimanuk, salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, pada tahun 2026. (Foto: Dok/Ist).

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan:

Target Implementasi 2026

Menurut MSM Parking, tahun 2026 dipilih sebagai target implementasi penuh agar seluruh aspek teknis, regulasi, dan koordinasi lintas instansi dapat dipersiapkan secara matang.

Digitalisasi bukan sekadar mengganti alat, tetapi membangun ekosistem. Karena itu, kami memilih pendekatan bertahap agar saat sistem berjalan di 2026, seluruh pihak sudah siap — baik dari sisi infrastruktur, regulasi, maupun operasional,” tambah Yopi.

Dengan pengalaman MSM Parking Group dalam proyek-proyek parkir strategis nasional, rencana pengelolaan parkir di Pelabuhan Gilimanuk diharapkan dapat menjadi role model digitalisasi parkir pelabuhan di Indonesia, sekaligus memperkuat citra Bali sebagai wilayah yang adaptif terhadap transformasi digital layanan publik.