Radar Baru, Magelang – Upaya pengelolaan lingkungan berbasis pemanfaatan sumber daya terus didorong sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Sejalan dengan hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar Periode Januari 2026 melaksanakan program budidaya maggot sebagai bentuk inovasi pengelolaan lingkungan di Desa Mangunrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Program ini dilaksanakan di Pusat Daur Ulang (PDU) Desa Mangunrejo dan diawali dengan pembuatan kandang serta penebaran bibit maggot. PDU juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu dalam pengelolaan limbah plastik dan organik, salah satunya bermitra dengan pabrik sosis. Hal tersebut menjadi peluang dalam pengelolaan limbah organik dengan melakukan budidaya maggot. Sehingga limbah tidak sekadar dibuang tetapi dapat dikelola secara optimal.
Budidaya maggot dipilih sebagai program kerja karena dinilai memiliki manfaat ekologis sekaligus edukatif. Selain berperan dalam pengelolaan limbah organik, maggot yang dihasilkan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak serta memiliki nilai ekonomis. Pada tahap awal, hasil panen maggot direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak lele yang juga masih dikelola oleh pihak PDU, sehingga tercipta keterkaitan antara pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan hasil budidaya secara berkelanjutan.
Penanggungjawab program budidaya maggot dari tim KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini masih berada pada tahap percobaan awal dan dilaksanakan dalam skala kecil. “Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik yang selama ini hanya dianggap sampah biasa sebenarnya dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Kami berharap konsep ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa,” ujarnya.
Pihak PDU Desa Mangunrejo menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menilai bahwa budidaya maggot dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan yang mendukung konsep pengelolaan lingkungan di desa. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan PDU ini diharapkan mampu memberikan contoh praktik pengelolaan lingkungan yang aplikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat serta dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi langkah awal kolaborasi jangka panjang antara mahasiswa, PDU, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih optimal di tingkat desa.
✍️ Penulis: Binti Nur Afidah, Dian Hariyanti, Rizki Alfitriani Nurdamayanti, Dimas Arya Wibowo.




