Radar Baru, Surabaya— Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Sahabat Rukun Ceria: Temenan Tanpa Batas, Rukun Penuh Ikhlas.”. Kegiatan yang berlangsung di TPQ Sabilil Muttaqin ini bertujuan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak usia dini melalui kebersamaan islami yang ceria, edukatif, dan penuh makna.

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur, dan melibatkan puluhan mahasiswa lintas angkatan sebagai bagian dari implementasi Project-Based Learning (PJBL) kelas Agama Islam G762 sekaligus pengabdian kepada Masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menggelar serangkaian agenda edukatif yang dikemas secara ceria dan ramah anak, mulai dari penyampaian materi moderasi beragama menggunakan media poster, drama singkat dengan wayang lidi sederhana, hingga permainan edukatif yang menumbuhkan nilai kebersamaan, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mudah dipahami oleh anak-anak TPQ tanpa menghilangkan esensi pesan keislaman yang moderat.

“Kami ingin anak-anak memahami sejak dini bahwa Islam mengajarkan sikap rukun, saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan penuh keikhlasan. Moderasi beragama itu penting agar tidak tumbuh sikap berlebihan atau merasa paling benar sendiri,” ujar Rosyidah Miskiyah Maryam, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Tak hanya mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan pengajar TPQ Sabilil Muttaqin, Ustadz, Ustadzah serta anak-anak TPQ Sabilil Muttaqin . Mereka menyambut hangat kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna, sehingga pesan moderasi beragama dapat diterima dengan baik oleh peserta.

Menurut Dr. A.Muammar Alawi, M.Pd.I, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung program strategis nasional dalam memperkuat moderasi beragama yang inklusif, toleran, dan cinta damai.

“Moderasi bukan berarti netral tanpa sikap, melainkan sikap adil dan proporsional dalam beragama. Pengabdian ini adalah praktik nyata dari nilai-nilai akademik yang berdampak sosial,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta pesan persatuan dan kebersamaan bagi seluruh peserta. Mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi di TPQ maupun lingkungan pendidikan lainnya sebagai upaya menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan akhlak mulia sejak usia dini.