Penulis: Alivia Maulida Yusuf*

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern ini, terutama di kalangan remaja dan dewasa. Selain sebagai hiburan, banyak yang memanfaatkan platform ini untuk berekspresi dan menampilkan jati diri terkait minat mereka. Namun, dengan segala kemudahan yang di tawarkan, muncul pula tantangan yang perlu dihadapi.

Platform seperti TikTok, yang memiliki pengguna terbanyak di Indonesia, menjadi contoh nyata bagaimana algoritma menampilkan konten populer. Hal ini menuntut pengguna untuk bijak dalam memfilter informasi sesuai kebutuhan pribadi. Memilih konten positif dan inspiratif dapat membantu membentuk gaya hidup yang lebih sehat dan bermakna.

Tara Adhisti de Thouars menjelaskan bahwa pengguna TikTok perlu cermat dalam memilih konten untuk membentuk gaya hidup yang lebih sehat (Tempo.co, 2023)

Konten yang menonjolkan nilai-nilai positif, seperti motivasi, kebugaran, dan pengembangan diri, dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga. Misalnya, banyak kreator yang berbagi tips tentang kesehatan mental, kebiasaan positif, dan teknik relaksasi. Dengan mengikuti konten semacam ini, pengguna dapat mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat bagi perkembangan pribadi.

Salah satu dampak negatif dari media sosial adalah tekanan untuk mengikuti tren yang sedang berlangsung. Banyak pengguna merasa perlu menyesuaikan diri dengan norma yang terlihat baik di layar, meskipun itu mungkin berlawanan dengan keaslian diri mereka.

Fenomena perbandingan sosial sering terjadi, di mana individu membandingkan diri mereka dengan orang lain yang terlihat lebih sukses atau bahagia. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak puas dan rendah diri. Penting untuk diingat bahwa apa yang terlihat di media sosial seringkali hanya sebagian kecil dari kenyataan.

Theodore Roosevelt mengatakan bahwa perbandingan adalah pencuri kebahagiaan. Di era digital, individu sering kali terjebak dalam perbandingan dengan kehidupan orang lain yang terlihat sukses, bahagia, atau sempurna. Media sosial menampilkan momen-momen terbaik daei kehidupan seseorang, sehingga menciptakan ilusi bahwa orang lain memiliki kehidupan yang ideal. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak puas, rendah diri, dan kecemasan bagi mereka yang merasa hidupnya tidak sebanding.

Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa apa yang terlihat di media sosial seringkali hanya sebagian kecil dari kenyataan, dan kita perlu menghindari jebakan perbandingan yang dapat merusak kesejahteraan mental kita.

Ketika mengonsumsi konten, kita perlu menyadari bagaimana konten tersebut memengaruhi perasaan dan pola pikir. Apakah konten itu memberikan dampak positif atau justru menambah tekanan? Dengan memahami dampak ini, kita bisa memilih konten yang lebih bermanfaat.

Berikut beberapa strategi memfilter konten yang dapat diterapkan:

  1. Menetapkan Tujuan: Perlunya kita menentukan apa yang ingin dicapai dari penggunaan media sosial, seperti mencari inspirasi atau informasi.
  2. Mengikuti Akun Positif: Pilih untuk mengikuti akun yang menyajikan konten edukatif dan positif.
  3. Membatasi Waktu: Tetapkan batasan waktu untuk menghindari penggunaan berlebihan yang dapat menyebabkan tekanan.

Di balik tantangan tren, terdapat banyak sumber edukasi yang menawarkan konten positif mengenai kesehatan, kebugaran, dan pengembangan diri. Manfaatkan platform yang tersedia sebagai sumber belajar dan inspirasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Penting untuk meningkatkan kesadaran diri tentang bagaimana media sosial memengaruhi kondisi kondisi mental kita. Mengikuti akun yang mengedukasi tentang kesehatan mental dan teknik coping dapat membantu pengguna menjaga keseimbangan emosional.

Bergabung dengan komunitas yang memiliki minat serupa dapat memberikan dukungan sosial yang dibutuhkan. Komunitas inilah yang akan menjadi tempat untuk berbagi pengalaman, belajar dari satu sama lain, dan saling memberikan motivasi. Dukungan sosial yang diberikan oleh komunitas dapat berfungsi sebagai jaring pengaman emosional. Sumber daya dan informasi dapat membantu anggotanya mengatasi tantangan yang di hadapi.

Media sosial memiliki potensi untuk memengaruhi gaya hidup kita secara positif atau negatif. Dengan pendekatan yang bijak dan sadar, kita dapat memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan kualitas hidup. Mari kita memilih konten yang mendidik, berbagi pengalaman positif, dan memberikan dukungan satu sama lain dalam berproses menuju gaya hidup yang lebih sehat dan bermakna.

***

*) Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Peradaban Bumiayu.

**) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi radarbaru.com