Jakarta, radarbaru.com – Proses seleksi karyawan merupakan tahapan penting dalam memperoleh sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Salah satu metode yang digunakan dalam proses seleksi di PT Dua Kelinci adalah penerapan tes psikologi, khususnya Tes Kraepelin, sebagai bagian dari rangkaian seleksi karyawan.

Tes Kraepelin merupakan salah satu alat tes psikologi yang bertujuan untuk mengukur aspek konsentrasi, ketelitian, kecepatan kerja, daya tahan, serta konsistensi individu dalam menyelesaikan tugas. Tes ini banyak digunakan dalam konteks Psikologi Industri dan Organisasi karena mampu memberikan gambaran mengenai kesiapan kerja dan karakteristik dasar kandidat.

Selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Divisi Human Capital, khususnya pada bagian Talent Acquisition/ODTM, penulis terlibat secara langsung sebagai asisten dalam pelaksanaan Tes Kraepelin. Keterlibatan tersebut meliputi persiapan alat tes, pengaturan peserta, pemberian instruksi awal, pengawasan jalannya tes, hingga membantu proses pengumpulan dan pengarsipan hasil tes.

Rivalki Maulana Menyampaikan bahwa Penerapan Tes Kraepelin di PT Dua Kelinci dilakukan secara terstruktur dan mengikuti prosedur standar psikologi.

Kandidat yang mengikuti tes diberikan penjelasan mengenai tata cara pengerjaan, aturan waktu, serta pentingnya ketelitian dan konsistensi selama tes berlangsung. Hal ini bertujuan agar hasil tes yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan kerja kandidat secara objektif.

Dalam praktiknya, Tes Kraepelin menjadi alat bantu penting bagi tim Human Capital untuk menilai kesiapan mental dan pola kerja kandidat, terutama untuk posisi yang menuntut ketelitian tinggi, daya tahan kerja, serta kemampuan bekerja di bawah tekanan. Hasil tes ini kemudian menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan seleksi, bersama dengan hasil wawancara dan tahapan seleksi lainnya.

Meskipun Tes Kraepelin memberikan banyak manfaat dalam proses seleksi, pelaksanaannya juga memerlukan ketelitian dan pengawasan yang baik agar tes berjalan optimal. Faktor seperti kondisi peserta, kelelahan, serta pemahaman instruksi dapat memengaruhi hasil tes apabila tidak dikelola dengan baik.

Secara keseluruhan, penerapan Tes Kraepelin dalam proses seleksi karyawan di PT Dua Kelinci dinilai cukup efektif sebagai alat bantu psikologis untuk menilai karakteristik dasar kandidat. Dengan dukungan pelaksanaan yang profesional dan terstandar, tes ini membantu perusahaan dalam memperoleh karyawan yang memiliki kesiapan kerja dan potensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Penerapan tes psikologi seperti Tes Kraepelin menunjukkan komitmen PT Dua Kelinci dalam menjalankan proses seleksi yang objektif, terukur, dan berbasis pendekatan ilmiah, sehingga mampu mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. (Rivalki Maulana Nugroho)