Radar Baru, Malang – Sebagai respons terhadap tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kampanye kesehatan dan edukasi publik di area Car Free Day (CFD) Jalan Besar Ijen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya DBD serta mendorong partisipasi aktif dalam gerakan “1 Rumah 1 Jumantik” (G1R1J).

Langkah ini diambil mengingat situasi kasus DBD yang kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang, tercatat telah terjadi 529 kasus DBD hingga 1 September 2025. Hal ini sejalan dengan tren nasional di mana Indonesia masih menempati posisi tertinggi kasus dengue di Asia Tenggara.

Bahaya Mengintai: Kenali Gejala dan Risikonya Dalam penyuluhan tersebut, tim mahasiswa menekankan bahwa DBD adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini berpotensi fatal.

“Masyarakat harus waspada jika mengalami demam mendadak tinggi hingga 39-40 derajat Celcius yang berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari,” ujar perwakilan tim. Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit.

Mahasiswa juga mengedukasi warga mengenai tanda-tanda bahaya (warning signs) komplikasi DBD, seperti mimisan, gusi berdarah, hingga Dengue Shock Syndrome (DSS) yang dapat berujung kematian jika terlambat ditangani.

Solusi 3M Plus dan Efektivitas Edukasi Untuk memutus mata rantai penularan, mahasiswa mengajak masyarakat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus:

Menguras tempat penampungan air secara rutin. Menutup rapat tempat penampungan air. Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Poin “Plus” meliputi penggunaan losion anti-nyamuk, memasang kawat nyamuk, dan menanam tanaman pengusir nyamuk.

Metode edukasi yang dilakukan terbukti efektif. Berdasarkan data pre-test dan post-test yang dilakukan melalui kuis interaktif di lokasi, terjadi peningkatan pemahaman warga yang signifikan. Rata-rata skor pengetahuan pengunjung meningkat drastis dari 30,5 poin (sebelum edukasi) menjadi 82,5 poin (setelah edukasi). Hal ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan langsung di ruang publik seperti CFD sangat efektif dalam mendongkrak literasi kesehatan masyarakat.

Sinergi Akademisi dan Masyarakat Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Kelompok 1 yang beranggotakan Abdul Madjid Maulana, Muhammad Efreza Lesmana, Muhammad Nur Khoyum, Muhammad Yusrian Mahdi, dan Wijdan Reyga Yolanda Suhartono. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen Zulfikar Waliyuddin Fattah, S.Pd., M.Pd. Melalui kegiatan ini, diharapkan target Angka Bebas Jentik (ABJ) nasional sebesar ≥95% dapat tercapai melalui partisipasi aktif setiap rumah tangga di Kota Malang.