Radar Baru, Surabaya – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pengolahan komoditas lokal. Kegiatan ini menyasar warga RW 04 yang selama ini umumnya hanya menjual lele dalam bentuk mentah atau mengolahnya secara tradisional, sehingga nilai jualnya masih rendah dan sangat bergantung pada fluktuasi harga pasar.​

Program diawali dengan pemetaan potensi wilayah dan dialog bersama warga, khususnya para ibu rumah tangga yang selama ini menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kolam lele dan penjualan hasil panen. Dari diskusi tersebut, mahasiswa menemukan bahwa panen lele di RW 04 sebenarnya cukup melimpah, namun belum diimbangi dengan inovasi produk olahan yang berkelanjutan dan berorientasi pasar. Berangkat dari kondisi tersebut, tim KKN kemudian merancang sosialisasi dan pelatihan inovasi olahan lele sebagai salah satu strategi peningkatan nilai tambah dan pembukaan peluang usaha baru bagi warga.

Agar pemahaman warga semakin kuat, mahasiswa KKN mengadakan sosialisasi sekaligus warga diajak menyaksikan setiap tahap pengolahan secara detail, dari pemilihan bahan hingga proses penggorengan akakhi.

Umpan balik positif segera muncul dari seorang ibu warga RW 04, yang berbagi kisah bahwa anaknya selama ini menolak ikan lele gara-gara baunya dan penampilannya yang kurang menggugah selera. setelah tertarik pengolahan nugget lele hasil buatan mahasiswa, warga seharusnya tertarik dengan adanya pengolahan nuget lele. Kisah ini langsung membakar semangat ibu-ibu lain untuk ikut mencoba, mengingat mereka pun sering kesulitan memastikan asupan gizi ikan bagi anak-anak.

Dalam pelatihan, mahasiswa memperkenalkan beberapa bentuk olahan lele modern yang memiliki potensi pasar, di antaranya nugget lele, lele marinasi, dan lele fillet. Olahan-olahan ini dipilih karena praktis, mudah disajikan, dapat disimpan lebih lama, dan mempunyai tampilan yang lebih menarik bagi konsumen, termasuk anak-anak yang biasanya kurang menyukai lele utuh. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa dengan pengolahan yang tepat, lele dapat bersaing dengan produk frozen food lain karena kandungan proteinnya tinggi dan teksturnya cocok diolah menjadi berbagai varian produk.​

Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik bagi warga, khususnya pada demonstrasi pembuatan nugget lele. Warga diajak mempraktikkan tahap demi tahap, mulai dari teknik membersihkan lele agar tidak amis, memfillet daging, menggiling, menyusun adonan, mengukus, memotong, hingga melapisi dengan tepung panir sebelum digoreng atau dibekukan. Mahasiswa juga memperkenalkan pengemasan sederhana dengan alat vacuum portable sehingga produk nugget lele tampak lebih profesional dan siap dipasarkan sebagai frozen food rumahan.​

Selain aspek teknis pengolahan, mahasiswa KKN turut memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran dan perhitungan usaha. Warga diberi gambaran cara menentukan harga jual yang kompetitif, menghitung kebutuhan modal, serta memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp dan media sosial untuk promosi produk. Pendampingan ini diharapkan membantu warga lebih percaya diri memulai usaha skala rumah tangga tanpa merasa terbebani oleh aspek manajerial yang rumit.​

Respon warga RW 04 terhadap program ini sangat positif, terlihat dari antusiasme mereka saat mengikuti praktik dan keinginan untuk mencoba mengembangkan resep sendiri di rumah. Beberapa warga bahkan menyampaikan pengalaman bahwa anak mereka yang semula enggan makan lele menjadi menyukai olahan nugget lele karena bentuk dan rasanya lebih menarik. Perubahan ini tidak hanya meningkatkan pemanfaatan lele sebagai sumber protein keluarga, tetapi juga membuka peluang terbentuknya produk unggulan berbasis olahan lele di lingkungan RW 04.

Melalui program “Inovasi Olahan Lele untuk Nilai Tambah dan Kemandirian Ekonomi RW 04 Kelurahan Gunung Anyar” ini, mahasiswa KKN Untag Surabaya berharap lahir unit-unit usaha rumahan baru yang mampu memperkuat ekonomi keluarga. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan menjadi contoh bahwa potensi lokal seperti lele dapat diangkat menjadi produk bernilai tinggi melalui inovasi, pendampingan, dan pengemasan yang tepat. Program ini direncanakan berkelanjutan dengan pendampingan lanjutan bagi warga yang berkomitmen mengembangkan olahan lele sebagai sumber pendapatan tambahan.​

 

*) Penulis adalah Fadlyansyah Achmad Lutfizein, Nadya Permata Sari Putri, Dea Hadi Setianingsih, Luthfan Mayrio Darmawan, dan Mochammad Farhan Amirullah, merupakan Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.